Menurut warga setempat, sekitar bulan April hingga Juni setiap tahunnya, permukaan air danau turun tajam. Ini juga merupakan waktu yang tepat untuk memanen kerang, yang memberikan penghasilan tambahan bagi banyak rumah tangga.

Para reporter mengamati bahwa banyak area danau telah mengering, memperlihatkan dataran tinggi yang ditutupi rumput hijau subur. Sementara itu, area yang lebih rendah dan lebih dalam masih berisi air, menjadi tempat penduduk setempat berkumpul untuk memanen kerang. Dari atas, Danau Ayun Ha tampak seperti lukisan alam yang unik dengan hamparan air yang berpadu dengan padang rumput hijau.

Sejak pagi buta, banyak orang mengarahkan perahu mereka ke perairan dalam untuk mengumpulkan kerang. Alat panennya cukup sederhana, terutama berupa garpu yang dipadukan dengan jaring yang diseret di dasar danau. Setelah berjam-jam bekerja, menjelang siang, perahu-perahu tersebut secara bertahap kembali ke titik berkumpul di tepi danau.

Puluhan perahu yang sarat dengan karung-karung kerang berbaris untuk berlabuh di pantai guna disortir dan diklasifikasikan. Suasana di tempat pengumpulan selalu ramai karena penduduk setempat sibuk menimbang, mengemas, dan menjual kepada pedagang. Saat ini, kerang dibeli dengan harga sekitar 5.000 VND/kg, yang menjadi sumber pendapatan bagi banyak keluarga.

Bapak Ksor Breng, seorang warga komune Al Bá, mengatakan: “Keluarga saya mencari kerang sejak pagi buta, mengumpulkan rata-rata sekitar 90 kg kerang setiap hari. Semua kerang yang kami panen dibeli oleh pedagang, yang memberikan penghasilan tambahan bagi keluarga saya untuk menopang kehidupan kami.”
















Sumber: https://www.sggp.org.vn/mua-cao-hen-tren-long-ho-ayun-ha-post855260.html








Komentar (0)