![]() |
| Jalan itu "diwarnai kuning" oleh pemandangan pohon karet yang menggugurkan daunnya selama musim pergantian daun. |
Daun-daun pohon karet mulai berubah warna dari atas ke bawah. Awalnya, hanya beberapa bercak kuning yang muncul, kemudian secara bertahap seluruh hutan berubah warna menjadi cokelat kemerahan yang khas. Daun-daun itu tidak berguguran dengan cepat. Mereka jatuh satu per satu, perlahan, cukup untuk mengamati lintasan halus mereka dan merenung. Beberapa daun berputar lembut tertiup angin, yang lain jatuh lurus ke bawah, dengan lembut menyentuh tanah dan tergeletak diam, seolah-olah mereka telah menyelesaikan tugasnya.
![]() |
| Seorang wanita muda berpose untuk foto di perkebunan karet selama musim gugur daun. Foto: Truong Hien |
Tanah di bawah hutan karet dengan cepat tertutup oleh karpet dedaunan yang tebal dan lembut. Setiap langkah menghasilkan suara kering dan renyah, halus namun mudah diingat. Suara itu tidak berisik atau mengganggu; itu hanyalah pengingat bahwa waktu terus berlalu, dengan mantap dan nyata. Jalan tanah merah yang familiar tiba-tiba terasa lebih lembut, lebih hangat, seolah-olah terlindungi oleh dedaunan yang pernah ditopang oleh pepohonan.
Musim ini, hutan karet tidak lagi memiliki kanopi hijau lebat yang menutupi langit. Batang-batang pohon yang lurus dan ramping terlihat lebih jelas, berwarna abu-abu pucat dan sunyi. Di ruang yang gersang itu, langit tiba-tiba tampak lebih tinggi dan lebih dalam. Awan melayang perlahan, sinar matahari jatuh dalam garis-garis panjang di batang pohon, di tanah, dan bahkan pada kenangan yang dianggap telah terpendam di suatu tempat. Berdiri di hutan, seseorang dengan mudah merasa kecil, sementara alam meluas, cukup untuk menampung pikiran-pikiran tanpa nama.
![]() |
![]() |
![]() |
| Para wanita muda berpose untuk foto di perkebunan karet selama musim gugur di komune Thuan Loi, provinsi Dong Nai . Foto: Truong Hien |
Musim ketika pohon karet menggugurkan daunnya membangkitkan lebih banyak nostalgia daripada kesedihan. Ini seperti jeda yang diperlukan antara dua ritme kehidupan. Pohon karet menggugurkan semua daun tuanya untuk menghemat energi bagi musim hujan yang akan datang, sehingga kanopi hijau segar akan kembali menutupi langit. Menyaksikan pengguguran itu, seseorang tiba-tiba belajar untuk menerima. Ada hal-hal yang, jika tidak dilepaskan, tidak akan memberi ruang bagi sesuatu yang baru untuk datang.
Di tempat itu, tiba-tiba aku menyadari bahwa aku pun sedang melewati musim gugur. Kebisingan, keinginan lama, hal-hal yang dulu membebani hatiku seolah perlahan-lahan menghilang. Bukan berarti sedih, hanya terasa lebih ringan. Musim gugur pohon karet pun menjadi penghiburan yang tenang: Bahwa dalam hidup, momen kesendirian itu perlu, agar kita cukup kuat untuk menyambut musim hijau lain yang menanti kita.
Kemudian, ketika hujan pertama musim ini menyentuh bumi, tunas-tunas baru akan tumbuh di ranting-rantingnya. Hutan karet akan kembali hijau, segar seolah-olah belum pernah mengalami musim gugur. Namun, kenangan akan musim gugur pohon karet – dengan warna cokelat kemerahannya, aroma daun kering, dan keheningan yang mendalam – tetap ada, seperti jeda yang indah dalam simfoni panjang alam dan setiap individu.
Pham Minh
Sumber: https://baodongnai.com.vn/dong-nai-cuoi-tuan/202601/mua-cao-su-thay-la-ede23d9/











Komentar (0)