BFA sangat frustrasi
Pada 17 Oktober (waktu Vietnam), di laman media sosial resminya, BFA mengunggah pernyataan yang mengecam perilaku negatif suporter Indonesia: "BFA telah memantau insiden ini selama beberapa hari terakhir. Kami tidak dapat menerima perilaku suporter sepak bola Indonesia terhadap pemain BFA dan Bahrain setelah pertandingan terakhir antara kedua tim di babak kualifikasi ketiga Piala Dunia 2026. BFA mengutuk keras kata-kata fitnah dan ancaman dari suporter Indonesia di internet. Hal ini tidak dapat diterima, bertentangan dengan tujuan mulia sepak bola dan olahraga : mempersatukan orang-orang di seluruh dunia."
Pengumuman BFA di halaman media sosial resmi
BFA menegaskan: "Demi memastikan keselamatan para anggotanya, terutama pemain Bahrain, BFA sedang bersiap untuk mengajukan pengaduan kepada FIFA dan AFC guna mengecam perilaku tidak terpuji yang telah kami derita. Ancaman dan pencemaran nama baik juga dapat memengaruhi keselamatan tim Bahrain saat kami bertandang ke Jakarta untuk memainkan leg kedua melawan tim Indonesia (yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Maret 2025). BFA juga mengusulkan untuk memindahkan pertandingan ini ke luar Indonesia demi memastikan keselamatan. Ini adalah prioritas utama BFA. Khususnya, keselamatan tim juga merupakan prioritas utama bagi FIFA dan AFC."
Menurut BFA, banyak suporter Indonesia yang terus-menerus menyerang pemain Bahrain di media sosial pribadi mereka, bahkan mengancam nyawa para pemain. Alasannya, suporter Indonesia masih kesal setelah hasil imbang 2-2 dengan Bahrain pada 10 Oktober. Mereka yakin wasit bias terhadap wakil Asia Barat tersebut, membiarkan pertandingan tetap berlanjut meskipun perpanjangan waktu telah berakhir, yang menyebabkan tim Indonesia kehilangan kemenangan karena kebobolan gol pada menit ke-90+9 (pertandingan ini diberi perpanjangan waktu 6 menit).
Indonesia juga mengajukan keluhan terhadap wasit tersebut ke AFC namun ditolak.
Apa kata Indonesia?
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) juga telah menerima informasi mengenai pengajuan permohonan perubahan tempat penyelenggaraan kepada FIFA dan AFC oleh BFA. Anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga, menanggapi atas nama PSSI terkait hal ini. Bapak Arya menegaskan bahwa PSSI akan menjamin keselamatan seluruh tim Bahrain dalam pertandingan yang berlangsung pada Maret 2025.
Pertandingan Bahrain vs Indonesia menyedot banyak tinta
CNN Indonesia mengutip Bapak Arya: "Kami akan menyurati AFC untuk menyatakan bahwa pertandingan akan digelar dengan aman dan adil di Jakarta. Kami akan memastikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan bagi tim Bahrain. Bahrain tidak perlu khawatir ketika datang ke Indonesia. Saya percaya bahwa warga negara Indonesia adalah orang-orang yang sopan. Indonesia selalu ramah kepada semua wisatawan. Kami juga telah membuktikan kemampuan kami dalam menyelenggarakan turnamen dengan sukses menjadi tuan rumah final Piala Dunia U-17 2023."
Pertandingan ulang antara Indonesia dan Bahrain dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 25 Maret 2025. Stadion ini berkapasitas 78.000 tempat duduk. Oleh karena itu, lawan-lawan Indonesia selalu harus menghadapi kebisingan dan tekanan mental setiap kali mereka menjadi tamu di stadion ini.
[iklan_2]
Source: https://thanhnien.vn/bi-cdv-indonesia-de-doa-du-doi-bahrain-cau-cuu-fifa-va-afc-muon-da-san-trung-lap-185241017010121869.htm
Komentar (0)