Para pejabat AS sedang menyusun proposal untuk melewati Inggris dan mencapai kesepakatan sendiri guna mendapatkan kendali atas Kepulauan Chagos.
Menurut laporan tersebut, rencana ini termasuk di antara beberapa opsi yang sedang dirancang oleh Gedung Putih, yang menawarkan alternatif bagi Perdana Menteri Inggris Keir Starmer untuk menyerahkan kedaulatan atas Kepulauan Chagos di Samudra Hindia kepada Mauritius.

Pemandangan udara Diego Garcia, pulau terbesar di kepulauan Chagos. (Foto: AP)
"Presiden Donald Trump secara konsisten mempertahankan pendirian bahwa Inggris Raya tidak boleh menyerahkan Wilayah Samudra Hindia Inggris, termasuk pangkalan militer gabungan AS-Inggris di atol Diego Garcia. Lokasi strategis Diego Garcia di Samudra Hindia menjadikannya pangkalan militer yang vital dan sangat diperlukan serta memiliki arti penting yang sangat besar bagi keamanan nasional AS," kata seorang pejabat AS kepada Reuters.
Selama bertahun-tahun, AS secara teratur mengadakan diskusi dengan Inggris untuk mempertahankan peran pulau tersebut sebagai landasan keamanan regional.
Pada bulan April, pemerintah Inggris untuk sementara menangguhkan perjanjian untuk menyerahkan kedaulatan atas Kepulauan Chagos, tempat pangkalan udara AS dan Inggris Diego Garcia berada, sebuah langkah yang dikritik oleh Trump yang menyebutnya sebagai "kesalahan besar."
"Saya memahami bahwa kesepakatan yang dicapai Perdana Menteri Starmer, yang menurut banyak orang adalah kesepakatan terbaik yang bisa ia buat, adalah kesepakatan terbaik yang mungkin. Namun, jika perjanjian sewa ini, di masa mendatang, gagal, atau jika seseorang mengancam atau membahayakan operasi dan pasukan militer AS di pangkalan kami, saya berhak untuk membela dan memperkuat kehadiran AS di Diego Garcia," kata Trump.
Trump juga menggambarkan pangkalan militer gabungan AS-Inggris di Diego Garcia, pulau terbesar di kepulauan Chagos, sebagai fasilitas strategis di Samudra Hindia yang sangat penting bagi keamanan nasional AS dan berbagai operasi militer global.
Dalam beberapa tahun terakhir, seruan agar Inggris mengembalikan Kepulauan Chagos—salah satu wilayah seberang laut terakhirnya—semakin meningkat. Pada tahun 2019, Mahkamah Internasional merekomendasikan agar Inggris mengembalikan pulau-pulau tersebut. Pada tahun yang sama, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa juga memberikan suara agar Inggris menarik diri dari pulau-pulau tersebut.
Sumber: https://vtcnews.vn/my-can-nhac-mua-quan-dao-chagos-ar1022332.html








