Peringatan: Tarif pajak 100% akan diterapkan.
Di platform media sosial Truth Social, Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Washington akan mengenakan tarif impor hingga 100% pada semua barang dari negara mana pun yang mengenakan pajak pada layanan digital yang disediakan oleh perusahaan teknologi Amerika.
Langkah ini akan menggantikan perjanjian perdagangan apa pun yang telah ditandatangani atau sedang dalam proses dengan negara-negara yang terlibat, terlepas dari apakah perjanjian tersebut telah diimplementasikan atau tidak. Sebelumnya, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa beberapa negara Eropa sedang bersiap untuk menerapkan pajak layanan digital yang menargetkan perusahaan teknologi Amerika.
Langkah terbaru Presiden Donald Trump telah meningkatkan ketegangan transatlantik, terjadi ketika AS dan Uni Eropa baru saja mencapai kesepakatan perdagangan yang menetapkan batas tarif 15% untuk sebagian besar ekspor Uni Eropa ke AS. Namun, masalah tarif layanan digital tidak termasuk dalam kesepakatan ini dan terus menjadi salah satu poin utama perselisihan antara kedua pihak.

Selama bertahun-tahun, pemerintah AS telah menentang pajak layanan digital yang diberlakukan oleh beberapa negara Eropa, dengan alasan bahwa pajak tersebut mendiskriminasi perusahaan teknologi Amerika seperti Google, Apple , Meta, dan Amazon. Masih belum jelas mekanisme hukum apa yang akan digunakan pemerintah AS untuk menerapkan peringatan baru ini, atau apa cakupan spesifiknya.
Risiko kerugian bersama.
Menurut Politico (AS), Uni Eropa telah bereaksi keras terhadap ancaman tarif Presiden Donald Trump. Komisi Eropa menegaskan bahwa Uni Eropa dan negara-negara anggotanya memiliki kedaulatan penuh dalam mengelola dan mengatur kegiatan ekonomi di wilayah mereka. Pihak Eropa menekankan bahwa tarif ini tidak diskriminatif dan berlaku adil untuk semua perusahaan besar berdasarkan pendapatan, tanpa memandang negara asal.
Badan pemerintahan Eropa itu juga memperingatkan bahwa tindakan sepihak yang menargetkan kebijakan sah Uni Eropa sama sekali tidak masuk akal. Jika AS melaksanakan ancamannya untuk memberlakukan tarif, Uni Eropa akan bereaksi dengan cepat dan tegas untuk melindungi kepentingannya dan otonominya.
Para pejabat Uni Eropa masih memprioritaskan solusi global multilateral berdasarkan diskusi bersama dalam kerangka G7 (kelompok 7 negara dengan ekonomi, industri, dan pembangunan terbesar di dunia) dan Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), daripada menerima konsesi terhadap tekanan unilateral dari Washington.
Menurut situs berita AS EconoFact, jika perang dagang pecah, konsekuensi ekonominya akan merugikan kedua belah pihak. Di pihak AS, perusahaan teknologi besar tidak hanya berisiko kehilangan miliaran dolar pajak jasa digital setiap tahunnya, tetapi juga menghadapi pengawasan regulasi yang lebih ketat dari Uni Eropa.
Perusahaan teknologi dan perusahaan rintisan Eropa, meskipun tidak terpengaruh secara langsung, akan secara tidak langsung menderita kerugian akibat transfer biaya. Untuk mengimbangi beban pajak yang dikenakan oleh Eropa, perusahaan teknologi Amerika akan meningkatkan biaya layanan periklanan dan menaikkan komisi di toko aplikasi daring. Hal ini memaksa bisnis digital Eropa dan usaha kecil dan menengah (UKM) untuk menanggung biaya operasional yang lebih tinggi, yang menyebabkan penurunan daya saing seluruh industri digital Eropa.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/my-eu-cang-thang-do-thue-dich-vu-so-post859522.html








