![]() |
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada 21 Mei 2026, dalam perjalanan menuju pertemuan para menteri luar negeri NATO. Foto: Reuters. |
Berbicara di sela-sela pertemuan Menteri Luar Negeri NATO di Helsingborg, Swedia, Rubio mengatakan bahwa AS dan sekutunya masih memprioritaskan solusi diplomatik untuk mencapai kesepakatan dengan Teheran. Tujuan dari negosiasi ini adalah untuk memastikan pembukaan kembali Selat Hormuz dan agar Iran menghentikan pengembangan senjata nuklirnya.
"Kita harus memiliki Rencana B jika seseorang memutuskan untuk melepaskan tembakan di titik strategis yang penting tersebut. Skenario idealnya adalah jika Iran mengatakan, 'Baiklah, kami akan membuka kembali selat itu.' Namun, Rencana B sangat penting jika Iran mengatakan, 'Tidak, kami tidak akan membukanya kembali,'" demikian kutipan pernyataan Menteri Luar Negeri AS yang dilaporkan oleh Fox News .
Menteri Luar Negeri AS menekankan bahwa upaya diplomatik terus berlanjut, tetapi sekutu perlu bersiap menghadapi kemungkinan Iran melanjutkan blokade Selat Hormuz. Ia berhipotesis bahwa jika Teheran menyatakan kendali atas Selat Hormuz dan mengenakan biaya pada kapal yang melintas, komunitas internasional akan terpaksa merespons. Negara-negara perlu mulai mengembangkan tindakan balasan sekarang.
Rubio menekankan bahwa AS dan sekutu internasionalnya harus bertindak jika jalur pelayaran ini terus terganggu, tetapi menolak untuk menyebutkan apakah NATO akan mengerahkan pasukan militer .
Secara diplomatis, Rubio mengakui bahwa negosiasi saat ini dengan Iran menghadapi banyak kesulitan. “Ada beberapa kemajuan, tetapi kami belum mencapai apa yang kami inginkan. Saya berharap itu akan berubah, tetapi ada juga kemungkinan bahwa itu tidak akan terjadi,” katanya.
Di tengah meningkatnya ketegangan, para mediator terus mendorong upaya negosiasi yang bertujuan untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.
Menurut Reuters , Jenderal Asim Munir, kepala angkatan darat Pakistan dan mediator kunci dalam negosiasi antara AS dan Iran, telah berangkat ke Teheran. Ia diperkirakan akan bertemu dengan para pejabat senior Iran, termasuk Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.
Menteri Dalam Negeri Pakistan Syed Mohsin Naqvi juga berada di Teheran, mengadakan pembicaraan hari ketiga berturut-turut untuk membahas proposal mengakhiri konflik antara AS dan Israel dengan Iran. Selain itu, tim negosiasi Qatar telah tiba di Teheran untuk membantu mencapai kesepakatan guna mengakhiri konflik dan menyelesaikan masalah yang belum terselesaikan.
Sumber: https://znews.vn/my-keu-goi-ke-hoach-b-de-mo-cua-eo-bien-hormuz-post1653592.html









Komentar (0)