
Pengecualian sanksi memungkinkan Teheran untuk menjual minyak mentah dan produk terkait serta menerima pembayaran untuk transaksi tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga mengumumkan bahwa Teheran telah mencapai kesepakatan mengenai pencabutan sanksi untuk ekspor minyak dan petrokimia, pelepasan beberapa aset yang dibekukan di luar negeri, dan peluncuran rencana rekonstruksi dan pembangunan nasional.
Keputusan itu diambil setelah pembicaraan antara AS dan Iran di Swiss akhir pekan lalu. Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan pembicaraan tersebut meletakkan dasar yang baik untuk perjanjian perdamaian akhir.
Para pihak membahas pengembalian inspektur nuklir ke Iran, penanganan aset beku di luar negeri, dan pemeliharaan mekanisme gencatan senjata di wilayah-wilayah rawan konflik di kawasan tersebut.
Wakil Presiden AS juga menekankan bahwa aset Iran yang dibekukan, jika dilepaskan di masa mendatang, akan dikelola secara ketat dan digunakan untuk tujuan sipil.
Sementara itu, Teheran mengeluarkan pernyataan yang hati-hati. Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa negara tersebut belum membahas masalah nuklir secara rinci.
Terkait informasi tentang komitmen Iran untuk mengizinkan inspektur dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) kembali ke negara itu, Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa Teheran belum membuat komitmen apa pun terkait kerja sama dengan IAEA.
Sumber: https://nhandan.vn/my-tam-dinh-chi-trung-phat-iran-post971029.html









