
AS telah menjatuhkan sanksi terhadap Otoritas Selat Teluk Persia Iran. Foto: Western Mass News.
Langkah terbaru Washington ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan militer dan diplomatik antara kedua negara, dan menunjukkan bahwa AS meningkatkan tekanan ekonomi bersamaan dengan operasi militer untuk memaksa Iran menerima kesepakatan untuk mengakhiri konflik.
Menurut Departemen Keuangan AS, sanksi tersebut menargetkan Otoritas Selat Teluk Persia Iran dan semua individu serta organisasi yang bekerja sama dengannya. Teheran mengumumkan pembentukan lembaga ini awal bulan ini dan telah diberikan wewenang untuk menyetujui pengiriman melalui Selat Hormuz dan memungut biaya dari kapal yang lewat, yang diyakini mencapai $2 juta per kapal.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menuduh upaya Iran untuk mengendalikan jalur pelayaran internasional sebagai tindakan "pemerasan perdagangan global," dan berpendapat bahwa sanksi ekonomi sebelumnya telah membuat Teheran berada dalam keadaan kesulitan keuangan yang parah.
Sementara itu, pada hari yang sama, Kantor Pengawasan Aset Asing AS (OFAC) juga mengeluarkan peringatan terpisah tentang risiko sanksi bagi perusahaan pelayaran atau lembaga keuangan yang membayar biaya kepada Iran untuk melewati Selat Hormuz.

Wilayah tersebut diklaim oleh Otoritas Selat Teluk Persia Iran. Foto: Reuters.
Pekan lalu, Otoritas Selat Teluk Persia Iran merilis peta yang menggambarkan zona kendalinya di selat strategis tersebut. Berdasarkan peraturan baru, kapal yang ingin melewati area tersebut harus berkoordinasi dengan dan mendapatkan izin dari otoritas Iran.
Pengetatan kendali Iran atas Selat Hormuz telah menyebabkan guncangan besar bagi pasar energi global. Harga minyak, gas, dan komoditas terkait telah melonjak setelah jalur air strategis ini hampir lumpuh sejak konflik antara AS, Israel, dan Iran meletus pada 28 Februari. Para ahli memperkirakan dibutuhkan waktu berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan agar pasar pulih sepenuhnya, bahkan setelah selat strategis tersebut dibuka kembali.
Ngoc Lien
Sumber: Reuters/Mainichi Jepang
Sumber: https://baothanhhoa.vn/my-trung-phat-co-quan-moi-thanh-lap-cua-iran-289174.htm








Komentar (0)