
Sasaran
Republik Ceko: Sadilek (6)
Afrika Selatan: Pena Teboho Mokoena (83)
Republik Ceko : Matej Kovar; Tomas Holes, Robin Hranac, Vladimir Coufal, Ladislav Krejci; Vladimir Darida (Pavel Sulc 55'), Lukas Cerv (David Zima 78'), Michal Sadilek (Tomas Soucek 67'), Alexandr Soucek (Jaroslav Zeleny 55'); Adam Hlozek (Lukas Provod 67'), Patrik Schick.
Afrika Selatan : Ronwen Williams; Aubrey Modiba, Mbekezeli Mbokazi, Khuliso Mudau, Ime Okon; Teboho Mokoena, Thalente Mbatha, Jayden Adams (Relebohile Mofokeng 45+1'); Oswin Appollis, Thapelo Maseko (Kamogelo Sebelebele 84'), Iqraam Rayners (Bukti Makgopa 66').
Segera setelah peluit pembukaan dibunyikan, Republik Ceko memulai pertandingan dengan penuh antusiasme, persis seperti yang diminta pelatih Miroslav Koubek untuk memulai dengan tempo cepat. Setelah hanya lebih dari 5 menit bermain, perwakilan Eropa itu mencetak gol pembuka.
Pada menit ke-6, Adam Hlozek mengirimkan umpan silang dari sayap kanan, Alexandr Sojka memberikan umpan satu sentuhan yang akurat kepada Michal Sadilek, yang kemudian maju dan mencetak gol dengan menentukan, mengalahkan kiper Ronwen Williams dan memberi Republik Ceko keunggulan 1-0.
Setelah kebobolan gol cepat, Afrika Selatan mencoba menyerang untuk mencari gol peny equalizer tetapi kesulitan menghadapi pertahanan lawan yang terorganisir dengan baik. Bek tengah Ladislav Krejci tampil luar biasa, secara konsisten menggagalkan serangan dari tim Afrika tersebut.

Di babak kedua, pelatih Hugo Broos memutuskan untuk memasukkan pemain muda berbakat Relebohile Mofokeng untuk meningkatkan kreativitas serangan. Pemain berusia 21 tahun itu dengan cepat memberikan dampak dengan keterampilan teknisnya dan kemampuannya menciptakan terobosan, membantu Afrika Selatan bermain lebih baik.
Namun, tepat ketika Republik Ceko tampaknya sangat dekat dengan kemenangan pertama mereka di turnamen ini, sebuah titik balik tak terduga terjadi di menit-menit terakhir pertandingan. Pada menit ke-83, Pavel Sulc menyentuh bola dengan tangan di area penalti setelah terjadi perebutan, memaksa wasit untuk menunjuk titik penalti.
Dari titik penalti, Teboho Mokoena melepaskan tembakan akurat, mengecoh kiper Matej Kovar dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 untuk Afrika Selatan.

Sisa menit pertandingan diwarnai upaya menyerang dari kedua tim, tetapi tak satu pun dari mereka berhasil memanfaatkan peluang untuk mencetak gol tambahan. Pertandingan berakhir imbang 1-1, mencerminkan jalannya pertandingan yang relatif seimbang.
Dengan hasil ini, Republik Ceko dan Afrika Selatan sama-sama memiliki 1 poin setelah dua pertandingan di Grup A. Namun, peluang mereka untuk lolos semakin sulit karena Meksiko dan Korea Selatan sama-sama memiliki 3 poin setelah pertandingan pembuka.
Pada pertandingan selanjutnya, Republik Ceko dan Afrika Selatan perlu mengincar kemenangan jika ingin menjaga harapan mereka untuk bersaing memperebutkan salah satu dari dua posisi teratas di grup tetap hidup.
Ke depan, persaingan di Grup A diprediksi akan semakin ketat karena Meksiko dan Korea Selatan bersiap untuk pertandingan penting guna memperkuat keunggulan mereka dalam perebutan tempat di babak gugur.
Sumber: https://nhandan.vn/nam-phi-gianh-diem-quy-gia-truoc-cong-hoa-sec-post970086.html










