
Rusia mengimpor bensin dari India untuk mengatasi kekurangan bahan bakar. Foto: Reuters.
Menurut sumber, setidaknya 60.000 ton bensin telah diangkut dari India ke Rusia . Pengiriman ini dilakukan dengan dua kapal tanker, masing-masing membawa 30.000-40.000 ton bensin. Selain itu, Rusia berencana untuk mengimpor sekitar 400.000 ton bensin per bulan dari beberapa negara untuk menambah pasokannya, termasuk Belarus, yang telah mengangkut bensin ke Rusia melalui kereta api selama berbulan-bulan.
Konsumsi bensin Rusia selama musim panas mencapai sekitar 110.000 ton per hari, yang merupakan puncak permintaan bahan bakar dalam setahun. Kelangkaan telah menyebabkan distribusi terbatas di banyak wilayah, antrean panjang di SPBU, dan harga bahan bakar eceran yang mencapai rekor tertinggi.
Berbicara dalam rapat pemerintah pada 29 Juni, Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui bahwa beberapa wilayah mengalami kekurangan bahan bakar setelah kilang minyak terkena serangan pesawat tak berawak, dan menegaskan bahwa pemerintah sedang menerapkan langkah-langkah perbaikan.
Pekan lalu, parlemen Rusia menyetujui amandemen Kode Pajak yang bertujuan untuk mengatasi kekurangan bahan bakar, termasuk mekanisme subsidi untuk bensin impor, yang dihitung berdasarkan biaya dan harga pengiriman dari India. Juru bicara Kremlin juga menyatakan bahwa Rusia sedang berdiskusi dengan beberapa negara tentang kemungkinan mengimpor bahan bakar dengan harga yang wajar, tetapi tidak menyebutkan nama mitra-mitra tersebut.

Kendaraan berbaris untuk mengisi bahan bakar di sebuah SPBU di Rostov-on-Don, Rusia, pada 29 Juni 2026. Foto: Reuters.
Sebaliknya, data pelacakan kapal LSEG dan Kpler menunjukkan bahwa impor minyak mentah Rusia ke India pada bulan Juni mencapai rekor tertinggi sepanjang masa, yaitu sekitar 2,7 juta barel per hari. Minyak Rusia menyumbang lebih dari setengah total impor minyak mentah India pada bulan itu, karena kilang-kilang minyak India meningkatkan pembelian minyak Rusia dengan harga preferensial untuk mengimbangi gangguan pasokan dari Timur Tengah.
Menurut Reuters, hubungan energi antara kedua negara berkembang dengan cara yang saling menguntungkan: India meningkatkan impor minyak mentah preferensial dari Rusia untuk mengamankan pasokan bagi kilang minyaknya, sementara Rusia mengimpor bensin dari India untuk mengimbangi kekurangan bahan bakar domestik.
Thuy Ha
Sumber: Dawn/Reuters
Sumber: https://baothanhhoa.vn/nga-nhap-khau-xang-tu-an-do-nbsp-293087.htm










