![]() |
| Bapak Nguyen Tien Hung dengan teliti membersihkan dan melestarikan artefak dalam koleksi koin kuno dan barang antik miliknya. |
"Harta Karun" di kedai kopi
Setelah beberapa kali mencoba mengatur pertemuan, kami tiba di Antique Cafe di Jalan Duong Tu Minh, Kelurahan Quan Trieu, untuk melihat langsung koin-koin legendaris tersebut. Sekilas, Antique Cafe tampak seperti kafe biasa, tetapi sedikit yang akan menduga bahwa di balik pintu bangunan dua lantai ini terdapat "gudang harta karun" berisi ribuan artefak berharga. Banyak orang menyamakan koleksi koin di sini dengan "kekayaan miliaran dolar," bukan hanya karena jumlahnya yang besar tetapi juga karena nilai sejarah dan budaya yang diwakili oleh setiap koin.
Di antara koleksi tersebut, kami benar-benar terpikat oleh koin-koin Vietnam yang tersusun rapi dengan latar belakang peta Vietnam berbentuk S dan peta bekas provinsi Thai Nguyen . Setiap koin disusun secara kronologis, dimulai dari Dinasti Dinh (980 M), berlanjut melalui dinasti Ly, Tran, dan Le, menciptakan garis waktu sejarah mata uang Vietnam yang jelas dan visual.
Bagi Bapak Nguyen Tien Hung, setiap koin bukan sekadar sepotong logam, tetapi sebuah bukti masa lalu. Beliau dapat mengingat dan menjelaskan dengan jelas usia, asal, dan bahkan konteks sejarah yang terkait dengan setiap koin.
![]() |
| Tuan Hung dengan cermat mengatur dan menyimpan sebagian dari koleksi uang kertasnya dari berbagai periode. |
Dia berkata: "Setiap koin adalah sepotong sejarah. Dengan mempelajari usia, bahan, dan simbol pada koin, saya lebih memahami kehidupan ekonomi dan sosial setiap periode. Semakin banyak yang saya pelajari, semakin saya terpesona dan semakin saya ingin terlibat dalam hobi ini untuk jangka panjang."
Selain hampir 40.000 koin, koleksi uang kertasnya juga membuat banyak orang terkesan. Album uang kertas tersebut tersusun rapi, dengan catatan rinci, dan dikategorikan berdasarkan periode sejarah. Saat ini, Bapak Hung memiliki lebih dari 5.000 lembar uang kertas.
Yang menarik, koleksi ini mencakup uang kertas Vietnam dari berbagai periode, seperti mata uang Indocina dari tahun 1949-1951; mata uang Vietnam-Kamboja-Laos (1953-1954); dan mata uang dari era Republik Demokratik Vietnam… Semuanya dipelihara dengan cermat, seperti "museum mini" di dalam rumah keluarga.
Mendapatkan koleksi artefak yang begitu kaya di Antique Cafe adalah hasil dari perjalanan panjang pencarian, pengumpulan, dan penelitian yang dilakukan oleh Bapak Hung. Sambil menunjuk artefak-artefak tersebut, Bapak Hung menceritakan bahwa beberapa koin membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk ditemukan, bahkan mengharuskan beliau untuk melakukan perjalanan ke berbagai lokasi dan bertemu dengan para penggemar yang memiliki minat serupa untuk menukarkannya.
Di banyak malam, setelah menyelesaikan pekerjaannya, ia dengan teliti membersihkan, menyortir, dan mencatat informasi tentang setiap artefak, lalu dengan hati-hati menyimpannya. Baginya, ini bukan hanya tentang pelestarian, tetapi juga tentang "hidup" bersama sejarah. Setiap kali ia menambahkan artefak baru, ia merasakan kegembiraan yang luar biasa, seolah-olah ia baru saja menyelesaikan bagian lain dari teka-teki sejarah.
Kisah-kisah lama dalam kehidupan modern
Awalnya, kami mengira "harta karun" Pak Hung hanyalah koin, tetapi sambil duduk di suasana tenang Kafe Antik, kami menyadari bahwa selain koin kuno, Pak Hung juga mencurahkan banyak usaha untuk mencari alat-alat pertanian tradisional dari kelompok etnis seperti Muong, Thai, dan Kinh.
![]() |
| Koin-koin tersebut disusun membentuk peta Vietnam dan bekas provinsi Thai Nguyen, yang mencerminkan dedikasi sang kolektor. |
Ini adalah sabit, parang, bejana tanah liat, batu penggiling, mangkuk, piring… yang dilestarikan dengan cermat dari waktu ke waktu. Benda-benda sederhana ini membangkitkan ruang budaya kuno, melestarikan kenangan kehidupan kerja dan aktivitas sehari-hari masyarakat Vietnam melalui berbagai periode, dan merupakan bagian dari memori budaya nasional.
Di luar minat pribadinya, Bapak Hung bersedia berbagi "harta karunnya" dengan masyarakat. Banyak artefak telah disumbangkan ke Museum Provinsi Thai Nguyen, yang berkontribusi untuk memperkaya sumber materi untuk pameran dan penelitian. Baginya, nilai setiap artefak terletak bukan pada kepemilikannya, tetapi pada kemampuannya untuk menceritakan kisah sejarah sehingga banyak orang dapat mengetahui dan memahaminya.
![]() |
| Ruang pajangan barang antik di dalam rumah Bapak Hung. |
Menurut Bapak Do Anh Thanh, anggota Klub Purbakala UNESCO Viet Bac, Bapak Hung adalah seseorang yang memiliki minat dan pemahaman mendalam tentang barang-barang antik. Koleksinya tidak hanya berharga dalam hal artefak tetapi juga memiliki signifikansi penelitian dan pendidikan . Melalui koleksi tersebut, banyak orang, terutama generasi muda, dapat lebih memahami sejarah bangsa dari hal-hal yang familiar dan konkret.
Di Thai Nguyen, meskipun jumlah orang yang menekuni hobi mengoleksi barang antik tidak banyak, mereka diam-diam berkontribusi dalam melestarikan nilai-nilai sejarah dan budaya dalam kehidupan masa kini. Melalui donasi kecil, sejarah menjadi lebih mudah diakses – bukan lagi sekadar halaman-halaman buku yang kering, tetapi hadir dalam setiap artefak yang dihargai dan dilestarikan. Dan perjalanan "melestarikan jiwa" sejarah ini terus berlanjut, dengan gigih dari tahun ke tahun.
Sumber: https://baothainguyen.vn/van-hoa/202603/nghe-co-vat-ke-chuyen-xua-2a97a40/










Komentar (0)