Kisah ini dimulai dengan tragedi mendadak pada hari jadi pernikahan Tuan Hai (Vu Tran). Nyonya Uyen (Seniman Rakyat My Uyen) dan putri mereka, Hanh (Ngoc Diep), meninggal dunia secara tragis dalam sebuah kecelakaan setelah pertengkaran hebat antara pasangan tersebut. Rumah terasa kosong, bukan hanya karena absennya seorang wanita, tetapi pada akhirnya karena kurangnya kebersamaan dan kemampuan untuk berkomunikasi. Orang-orang yang telah meninggal bergentayangan, dibebani oleh pikiran-pikiran yang merindukan untuk berbicara sekali lagi. Mereka yang ditinggalkan mengembara tanpa tujuan, hidup seperti gelembung rapuh, tersiksa oleh penyesalan yang tak berujung.

Dari kiri ke kanan: Vu Tran sebagai Tuan Hai, Seniman Rakyat My Uyen sebagai Nyonya Uyen, dan Ngoc Diep sebagai Hanh.
FOTO: HK
Karya ini mengangkat masalah umum dalam kehidupan manusia: Kita sering menyia-nyiakan waktu ketika waktu berlimpah, terjebak dalam rasa iri dan dendam, hanya untuk kemudian menginginkan momen-momen singkat ketika waktu itu telah berlalu, bahkan untuk berdebat, ketika kesempatan sudah tidak ada lagi. Hidup pada dasarnya tidak kekal, jadi mengapa orang tidak bisa bersikap toleran dan menghargai satu sama lain selama mereka masih hidup?
Sutradara Hứa Mạnh Dũng dengan berani menambahkan banyak detail baru untuk memperluas cerita. Alur cerita pendukung diperkaya dengan latar belakang yang lebih jelas dan mendalam. Sahabat dekat Diễm (Tạ Lâm), seorang penulis, menambah kedalaman gejolak emosi, sementara bintang muda Loan (Thu Cúc) juga dieksplorasi untuk meningkatkan drama. Dewa Waktu (Trần Tuấn Kiệt), karakter yang benar-benar baru, menjadi jembatan yang mempersempit batas antara yang hidup dan yang mati, dan bertindak sebagai elemen komedi, meringankan drama dan membuatnya lebih mudah diakses oleh penonton masa kini.
Drama "Rumah Tanpa Wanita" pertama kali dipentaskan pada tahun 2004 di Teater 5B, dan kemudian dipentaskan kembali di Teater Hoang Thai Thanh. Kembali ke tempat asalnya setelah 20 tahun di bawah arahan seorang sutradara muda, ini bukan hanya penyerahan wewenang dari Seniman Rakyat My Uyen kepada generasi berikutnya, tetapi juga bagian dari serangkaian proyek untuk menghidupkan kembali karya-karya representatif Teater 5B.
Sumber: https://thanhnien.vn/ngoi-nha-thieu-dan-ba-tro-lai-san-khau-5b-185260610172550579.htm










