Di era 4.0, teknologi informasi berkembang pesat, internet menjangkau ke mana-mana, dan para lansia juga akrab dengan dan menggunakan perangkat teknologi pintar. Berkat internet dan jejaring sosial, para lansia terhubung lebih dekat dan lebih sering dengan anak dan cucu mereka, menjalin pertemanan, mencari informasi layanan kesehatan, dan sebagainya.
Selama kurang lebih 4 tahun, Ibu Nguyen Thi Nghi di Kelurahan Lao Cai (Kota Lao Cai) telah terbiasa menggunakan ponsel pintar dalam kesehariannya. Ibu Nghi bercerita, "Awalnya, saya tidak mau menggunakan ponsel pintar karena takut mata saya kabur, tangan dan kaki saya lambat, dan daya ingat saya menurun. Berkat dorongan dan bimbingan cucu saya, saya pun terbiasa dan sekarang saya bisa menggunakannya dengan lancar."

Sejak memiliki ponsel pintar, Ibu Nghi sering mengakses internet untuk mempelajari cara merawat dan melindungi kesehatan lansia, sekaligus terhubung dan mengobrol dengan anak-anak dan cucu-cucunya yang bekerja jauh dan membuat grup obrolan dengan para lansia di kota. Khususnya, sebagai pencinta seni, ia sering menggunakan ponsel pintarnya untuk berlatih bernyanyi. "Musik adalah cara saya menghibur diri di waktu luang dan menjalani hidup bahagia dan sehat," ujar Ibu Nghi.
Ibu Tran Thi Hoa, hampir 80 tahun, di komune Thong Nhat (kota Lao Cai), bercerita: Sudah lebih dari sepuluh tahun sejak saya pensiun, dan saya jarang sekali punya kesempatan untuk bertemu dengan rekan-rekan lama saya. Namun, dalam dua tahun terakhir, putra saya membelikan saya ponsel dengan koneksi internet, dan membuatkan halaman Facebook dan Zalo untuk saya, sehingga saya berkesempatan untuk kembali terhubung dan mengobrol dengan rekan-rekan lama saya.

Melihat percakapan kami yang hangat, suaminya, Bapak Ma Cong Thang, yang berusia lebih dari 80 tahun, ikut berkomentar: Anak-anak saya membelikan saya dan istri masing-masing sebuah ponsel dengan koneksi internet, dan saya mengakses internet setiap hari untuk membaca berita. Hal yang baik tentang internet adalah suatu peristiwa memang terjadi, tetapi ada banyak surat kabar yang melaporkannya, masing-masing surat kabar memanfaatkan aspek yang berbeda, membantu orang-orang di rumah seperti kami untuk mengetahui peristiwa tersebut dengan jelas. Namun, kita perlu cermat dalam memilih informasi yang akan dibaca.
Ketika kami melihat mereka berdiskusi tentang lansia yang mengakses internet, putra mereka, Bapak Ma Cong Chung, juga ikut berdiskusi: Dulu, banyak orang berpikir bahwa hanya anak muda yang suka menggunakan internet, dan lansia tidak memiliki kebutuhan ini, sehingga mereka hanya perlu membelikan ponsel "bata" untuk menelepon. Suatu hari, saya tidak sengaja membaca artikel tentang kesepian lansia di dunia modern, lalu saya menyadari bahwa lansia juga memiliki kebutuhan untuk mencari informasi, menonton program hiburan, terhubung dengan kerabat dan teman melalui ponsel pintar... untuk lebih bersenang-senang.

Tak hanya memanfaatkan internet dan jejaring sosial untuk membaca berita atau menonton acara hiburan, Ibu Do Thi Lan, 60 tahun, di Kelurahan Sa Pa (Kota Sa Pa) juga lihai memanfaatkan Zalo dan Facebook untuk menjual produk pertanian. Ibu Lan mengatakan bahwa berkat Facebook, bisnisnya menjadi lebih menguntungkan daripada sebelumnya...
Kemajuan teknologi informasi membantu para lansia mengatasi berbagai kendala untuk lebih terhubung dengan teman dan kerabat, serta membantu menjaga pikiran mereka tetap aktif dalam kehidupan sehari-hari. Namun, banyak lansia masih ragu-ragu atau ragu-ragu saat mengakses dan menggunakan ponsel pintar untuk mengakses internet karena usia lanjut, penglihatan yang buruk, tangan yang kurang fleksibel, pendengaran yang kurang jelas, kemampuan menggenggam dan daya ingat yang berkurang...
Dalam beberapa tahun terakhir, Asosiasi Lansia Provinsi telah mendorong dan mendorong anggota di basis asosiasi untuk secara aktif membiasakan diri dengan dan menggunakan perangkat teknologi informasi. Penggunaan perangkat teknologi pintar untuk mengakses jejaring sosial telah mengubah kehidupan banyak lansia, membantu mereka dengan cepat mengikuti tren era 4.0 dan berintegrasi dengan kaum muda.

Hingga saat ini, meskipun belum ada statistik lengkap mengenai jumlah lansia yang menggunakan perangkat teknologi pintar, dapat dipastikan bahwa mengenal dan menggunakan perangkat teknologi pintar telah menjadi tren bagi para lansia. Mereka tidak hanya menggunakannya untuk membaca koran, mencari informasi penting, menonton program hiburan, olahraga ... tetapi banyak juga yang menggunakan jejaring sosial seperti Zalo, Facebook... untuk menghubungi kerabat, berkomunikasi dengan teman, atau berjualan barang...

Manfaat yang diberikan perangkat teknologi pintar dan jejaring sosial bagi lansia sangat besar. Namun, di samping manfaat tersebut, mengakses jejaring sosial juga menimbulkan banyak potensi risiko. Saat mengakses jejaring sosial, lansia perlu berhati-hati terhadap informasi yang saling bertentangan atau penipuan dari oknum yang tidak bertanggung jawab, dan sebaiknya hanya menggunakan perangkat teknologi pintar jika diperlukan demi menjaga kesehatan dan keselamatan mereka sendiri.
Sumber
Komentar (0)