Pada tanggal 29 Juni, informasi dari Dinas Perlindungan Hutan Wilayah Chi Lang menunjukkan bahwa unit tersebut, berkoordinasi dengan Komite Rakyat Komune Chien Thang, telah menyerahkan seekor trenggiling Jawa hidup, dengan berat 5,5 kg dan dalam kondisi kesehatan baik, kepada Taman Nasional Cuc Phuong untuk dirawat, diselamatkan, dan dilepaskan kembali ke habitat aslinya.

Tindakan Bapak Ly Van Hai yang menyerahkan satwa liar berkontribusi pada perlindungan spesies langka dan terancam punah. Foto: Dinas Perlindungan Hutan Daerah Chi Lang.
Sebelumnya, pada malam hari tanggal 25 Juni, Bapak Ly Van Hai, yang tinggal di desa Ban Thi, komune Chien Thang, menemukan seekor trenggiling merayap masuk ke halaman rumahnya. Menyadari bahwa itu adalah hewan liar yang terancam punah dan langka, Bapak Hai secara proaktif melaporkannya kepada pihak berwenang setempat dan badan perlindungan hutan untuk diserahkan.
Menurut Dinas Perlindungan Hutan Distrik Chi Lang, individu tersebut diidentifikasi sebagai trenggiling Jawa ( Manis javanica ), spesies yang termasuk dalam Grup IB menurut Surat Edaran No. 85/2025/TT-BNNMT Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup tentang pengelolaan spesies langka, terancam punah, dan berharga. Spesies ini juga diklasifikasikan sebagai Sangat Terancam Punah dalam Daftar Merah IUCN dan tercantum dalam Lampiran I Konvensi CITES, yang dilarang keras untuk dieksploitasi di alam liar dan diperdagangkan secara internasional untuk tujuan komersial.

Trenggiling Jawa tersebut dipastikan masih hidup, dalam kondisi kesehatan yang baik, dan layak untuk diselamatkan dan dilepasliarkan kembali. Foto: Dinas Perlindungan Hutan Daerah Chi Lang.
Badan kehutanan menyarankan masyarakat bahwa ketika menemukan hewan yang hilang, terluka, atau membutuhkan pertolongan, mereka harus segera memberitahukan kepada pihak berwenang setempat atau badan kehutanan terdekat untuk penanganan dan pemrosesan yang tepat. Mereka harus benar-benar menahan diri dari berburu, memelihara, membeli, menjual, atau mengangkut hewan liar yang terancam punah, langka, atau berharga secara ilegal.
Sumber: https://nongnghiepmoitruong.vn/nguoi-dan-lang-son-giao-nop-te-te-java-quy-hiem-d818748.html










