Di usia 38 tahun, Messi terus memukau dunia sepak bola dengan mencetak hat-trick untuk membantu Argentina mengalahkan Aljazair 3-0. Ini juga menandai pertama kalinya Messi mencetak tiga gol dalam satu pertandingan di penampilan Piala Dunia keenamnya.
![]() |
| De Paul memberi selamat kepada Messi setelah kemenangan 3-0 atas Aljazair. Foto: FIFA |
Messi juga menjadi pemain tertua yang mencetak hat-trick di Piala Dunia, mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pemain terhebat dalam sejarah. Tiga golnya menyamai rekor 16 gol Piala Dunia yang dipegang oleh legenda Miroslav Klose.
Namun, di balik kehebatan Messi, terdapat dukungan diam-diam dari rekan setimnya, De Paul. Selama bertahun-tahun, baik di level klub maupun tim nasional, De Paul telah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi kesuksesan Messi.
Kembali ke kemenangan Argentina atas Aljazair, dalam gol pembuka Messi, De Paul memberikan umpan yang dianggap klasik. Hanya dengan satu umpan terobosan tepat dari lini tengah, De Paul mengecoh empat pemain lawan sekaligus, menciptakan ruang bagi Messi untuk mencetak gol dengan tembakan jarak jauh.
Gelandang Inter Miami itu memberikan assist, tetapi assist tersebut sama indahnya dan pentingnya dengan gol yang tercipta. Di luar umpan yang ditempatkan dengan sempurna, De Paul benar-benar mendominasi lini tengah.
Menurut statistik, pemain berusia 32 tahun itu mencapai tingkat akurasi umpan sebesar 92%. Ia juga melakukan 6 aksi bertahan yang sukses dan memenangkan 5 dari 8 duel, serta 2 tekel yang berhasil.
Messi adalah pemain terbaik pertandingan, sementara di posisi kedua tak lain adalah De Paul. Penampilan ini, bersama dengan performanya yang konsisten, menjadikan De Paul sebagai pemain yang tak tergantikan dalam sistem pelatih Lionel Scaloni.
Menariknya, sepanjang karier bermainnya dan di luar lapangan, De Paul digambarkan sebagai "pengawal Messi." Hubungan antara Messi dan De Paul telah lama melampaui batasan rekan satu tim biasa di lapangan.
Baik di klubnya saat ini, Inter Miami (AS), maupun di turnamen besar di seluruh dunia, De Paul selalu terlihat membela Messi setiap kali "nomor 10" itu dilanggar atau diprovokasi oleh lawan. "Jika Messi menjadi kapten, saya akan dengan senang hati menawarkan diri dan berjuang untuk memenangkan pertandingan demi dia," tegas De Paul.
Messi mencetak hat-trick, sementara De Paul mendominasi lini tengah, membantu Argentina mengendalikan permainan dan memberi ketenangan pikiran kepada teman lama mereka untuk bersinar di momen-momen krusial.
Piala Dunia baru menyaksikan satu pertandingan yang dimainkan oleh keduanya, dan tentu saja masih banyak hal yang bisa dinantikan, dengan Messi masih berperan sebagai bintang besar dan De Paul sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.
Video gol pembuka spektakuler Messi dalam kemenangan 3-0 melawan Aljazair. Sumber: VTV
Sumber: https://www.qdnd.vn/the-thao/worldcup-2026/nguoi-hung-tham-lang-phia-sau-messi-1044911































































