
Bapak Truong Ngoc Dung, Kepala Desa Hai Tan (Komune Nhu Thanh), membahas kegiatan-kegiatan di desa tersebut.
Di awal musim semi, semua jalan menuju desa Hai Tan dipenuhi dengan warna-warna cerah bunga persik, bunga aprikot, serta bendera nasional, spanduk, dan poster, menciptakan suasana gembira dan antusias. Di pusat kebudayaan desa, suasananya pun sama meriahnya dengan tawa dan celoteh penduduk desa yang berlatih seni pertunjukan dan olahraga ... Kegembiraan terlihat jelas di wajah setiap orang, dari orang tua hingga anak-anak kecil; semua orang senang dengan suasana hangat dan harmonis dari semangat kebersamaan.
Mengantar kami ke aula budaya desa yang luas, yang dilengkapi dengan sistem suara, meja, dan kursi untuk memenuhi kebutuhan rekreasi dan pertemuan warga desa, Bapak Truong Ngoc Dung, Kepala Desa Hai Tan, berbagi: Saat ini, desa ini memiliki 111 rumah tangga dengan 442 penduduk. Warga desa sebagian besar hidup dari bertani dan bekerja di luar negeri, dengan beberapa juga terlibat dalam perdagangan skala kecil. Bagi masyarakat di sini, tradisi solidaritas, semangat komunitas yang erat, dan saling mendukung dalam pembangunan ekonomi , sakit, serta pemakaman dan pernikahan selalu menjadi aspek budaya yang indah yang telah dilestarikan dan dipelihara selama beberapa generasi. Berkat ini, wajah pedesaan semakin berubah, dan kehidupan masyarakat terus membaik.
Untuk mendapatkan konsensus warga desa dalam melaksanakan tugas, selama bertahun-tahun menjabat sebagai kepala desa, Bapak Dung selalu menyadari bahwa untuk melakukan sesuatu dengan baik, ia harus terlebih dahulu memberi contoh yang baik dan menciptakan persatuan, kesepakatan, dan dukungan dari masyarakat. Oleh karena itu, selama bertahun-tahun, baik itu tugas kecil maupun besar, seperti membersihkan lingkungan, memobilisasi masyarakat untuk menyumbangkan lahan untuk pembangunan jalan, berkontribusi pada pembangunan pusat kebudayaan, dan lain sebagainya, beliau selalu proaktif berdiskusi dan menyepakati secara menyeluruh dengan Komite Depan Desa sebelum melaksanakannya di setiap rumah tangga, dengan motto "masyarakat tahu, masyarakat berdiskusi, masyarakat melakukan, masyarakat memeriksa, masyarakat mengawasi, dan masyarakat mendapat manfaat." Pada saat yang sama, beliau secara aktif menyebarluaskan dan memobilisasi masyarakat untuk berpartisipasi dalam membangun desa percontohan baru, terutama menjelaskan kepada masyarakat manfaat pelebaran jalan dan lorong desa. Hasilnya, semua rumah tangga secara sukarela menyumbangkan lahan untuk pembangunan jalan dan proyek lainnya untuk menyelesaikan tugas mencapai status desa percontohan baru pada tahun 2022.
Lebih jauh lagi, untuk menyediakan tempat rekreasi dan hiburan bagi warga desa setelah seharian bekerja keras, beliau dan Komite Depan Desa secara aktif menyebarkan dan memobilisasi masyarakat untuk berkontribusi, bersama dengan dukungan dari Negara, untuk membangun pusat kebudayaan desa yang luas dan bersih dengan total nilai lebih dari 1 miliar VND, yang dilengkapi dengan sistem suara, meja dan kursi, serta taman bermain untuk lansia dan anak-anak. Berkat hal ini, kegiatan budaya dan seni, serta kegiatan olahraga di desa, semakin banyak diselenggarakan dengan antusias, menarik partisipasi dari semua demografi dan kelompok usia. Gerakan "Semua Orang Bersatu Membangun Kehidupan yang Kaya Budaya" semakin mendalam, dengan persentase keluarga teladan budaya di desa secara konsisten melebihi 86%, kehidupan spiritual masyarakat semakin meningkat, dan desa terbebas dari kejahatan sosial dan kekerasan dalam rumah tangga. Pernikahan dan pemakaman di desa juga diselenggarakan secara sederhana dan ekonomis, menghilangkan kebiasaan lama sambil tetap melestarikan ritual dan adat istiadat tradisional yang baik di daerah tersebut.
Lebih jauh lagi, dengan memanfaatkan posisi dan prestisenya, Bapak Dung secara aktif mempromosikan dan mendorong penduduk desa untuk mengembangkan ekonomi dan mengurangi kemiskinan melalui berbagai langkah seperti: restrukturisasi produksi tanaman dan ternak, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam produksi untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas, pengubahan sawah tanpa irigasi yang memadai menjadi lahan budidaya pohon buah-buahan bernilai tinggi, dan pengenalan varietas padi baru. Hasilnya, masyarakat telah berani mengubah pola pikir dan metode mereka, membangun model pertanian keluarga, peternakan, dan budidaya pohon buah-buahan yang menghasilkan pendapatan yang cukup besar. Berkat hal ini, pendapatan rata-rata per kapita di desa tersebut saat ini melebihi 60 juta VND per tahun.
Dedikasi dan tanggung jawab Bapak Dung, bersama dengan Komite Depan desa, telah menumbuhkan kepercayaan dan persatuan di dalam komunitas. Mengungkapkan kegembiraannya atas transformasi desa, Bapak Dung berbagi: "Sebagai kepala desa, saya akan terus menjadi panutan, memimpin dalam semua kegiatan dan gerakan; mendedikasikan waktu saya untuk 'mendatangi rumah-rumah' untuk mendengarkan kekhawatiran dan aspirasi yang sah dari masyarakat, sekaligus mempromosikan dan mendorong partisipasi aktif mereka dalam tugas-tugas bersama desa."
Teks dan foto: Nguyen Dat
Sumber: https://baothanhhoa.vn/nguoi-thap-lua-tinh-than-doan-ket-280165.htm







Komentar (0)