![]() |
Belanda saat ini memiliki poin yang sama, yaitu 4 poin, dengan Jepang setelah dua pertandingan. Foto: Reuters . |
Menjelang pertandingan terakhir babak penyisihan grup Piala Dunia 2026, panitia penyelenggara memantau dengan cermat cuaca di Kansas City, tempat pertandingan Belanda vs. Tunisia akan berlangsung pada pukul 6:00 pagi tanggal 26 Juni. Menurut prakiraan terbaru, ada kemungkinan 70% terjadi badai petir dan hujan lebat di daerah tersebut pada tanggal 25 Juni. Badan meteorologi AS telah mengeluarkan peringatan banjir di beberapa daerah.
Hujan deras diperkirakan akan semakin intensif mulai pagi hari dan berlanjut hingga subuh berikutnya. Hal ini membuat pertandingan Belanda berisiko mengalami penundaan yang signifikan.
Sekalipun hujan tidak turun tepat pada waktu pertandingan dijadwalkan, risiko penundaan tetap ada. Hal ini disebabkan oleh peraturan ketat di AS terkait acara olahraga luar ruangan.
Menurut pedoman dari Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA), semua kegiatan olahraga profesional harus dihentikan jika petir terdeteksi dalam radius 13 kilometer dari tempat kompetisi.
Piala Dunia 2026 menyaksikan situasi serupa ketika pertandingan Prancis melawan Irak terhenti selama dua jam karena hujan deras. Meskipun demikian, sebagian besar penonton tetap berada di stadion dan menunggu pertandingan dilanjutkan.
Isu lain yang diangkat adalah keadilan dalam perlombaan kualifikasi. Pertandingan Belanda-Tunisia berlangsung bersamaan dengan pertandingan antara Jepang dan Swedia.
Jika cuaca menyebabkan pertandingan Belanda berlangsung terlalu lama, tim Belanda bisa saja mengetahui hasilnya dari sisi lapangan yang lain. Hal ini berpotensi memengaruhi pendekatan mereka terhadap pertandingan.
Sumber: https://znews.vn/nguy-co-hoan-tran-ha-lan-tunisia-post1663138.html

































































