Di tengah hiruk pikuk kota, rumah-rumah tua masih bertahan, membangkitkan kenangan masa lalu yang gemilang di Dong Hoi yang tenang, yang terletak di tepi Sungai Nhat Le. Bagi keluarga-keluarga ini, upaya untuk melestarikan rumah leluhur mereka juga merupakan bukti pengabdian mereka yang teguh pada akar budaya dan komitmen mereka untuk mempertahankan tradisi keluarga.
Melalui berbagai pasang surut sejarah yang tak terhitung jumlahnya, rumah tiga teluk dan dua sayap ini memancarkan jejak waktu dengan pilar-pilar kayu ebony hitam yang dipoles (sekitar 16 yang tersisa dibandingkan dengan 32 aslinya), dan altar leluhur. Fitur-fitur menonjol termasuk plakat horizontal dan bait-bait yang diukir dengan indah, serta lukisan sulaman antik. Dua bait ini, yang ditempatkan secara mencolok di kedua sisi altar, berasal dari Dinasti Nguyen. Di tengah rumah berdiri sebuah bangku panjang bertatahkan mutiara yang dibuat dengan sangat indah, sebuah bukti kemakmuran keluarga di masa lalu, dan di ruangan yang bersebelahan terdapat seperangkat furnitur kayu ebony dari Quang Binh, yang berusia lebih dari 100 tahun.
Rumah itu juga berisi 500-700 barang antik yang diwariskan dari leluhurnya dan dikumpulkan olehnya, banyak di antaranya berusia ratusan tahun. Hai menganggap semuanya sebagai "harta karun" yang berharga, dan sangat menyayangi serta melestarikannya.
Ia mengaku bahwa rumahnya sendiri memiliki hampir 100 rak tanaman dan sebuah akuarium antik. Di masa lalu, hanya keluarga kaya yang mampu memiliki begitu banyak rak tanaman di rumah mereka. Bapak Phan Xuan Hai berbagi bahwa, di tengah "pusaran" pasar properti, melestarikan rumah tua ini adalah perjalanan yang panjang dan berat, tetapi ibunya, yang kini berusia lebih dari 90 tahun, selalu mengingatkannya untuk melestarikan rumah tua ini untuk generasi mendatang.
Itulah mengapa dia dan keluarganya selalu berkomitmen untuk melestarikan rumah tersebut agar generasi mendatang dapat memahami bagaimana leluhur mereka hidup. Dia dan istrinya, Nguyen Thi Vui, saat ini mengelola bisnis desa nelayan Minh Xich, yang khusus menjual hasil laut kepada wisatawan .
Terletak di tepi Sungai Nhat Le, rumah kuno milik Bapak Nguyen Quy Dong (lahir tahun 1962) di komune Bao Ninh (kota Dong Hoi) tersembunyi di balik hiruk pikuk restoran dan tempat makan di komune pesisir yang berkembang pesat ini. Mungkin hanya sedikit orang yang tahu bahwa di dalam rumah kecil ini terdapat warisan yang telah bertahan selama hampir 145 tahun, diam-diam menyaksikan perubahan zaman. Di rumah itu, ibu Bapak Dong, Ibu Nguyen Thi Vo, yang kini berusia 94 tahun, masih tinggal, menjadi saksi warisan berharga ini.
Menurut Bapak Dong, kakeknya adalah seorang cendekiawan Konfusianisme yang bekerja sebagai guru, sangat mahir dalam aksara Tionghoa dan bahasa Tionghoa klasik, dan selalu mengajarkan anak-anaknya tentang tata krama dan tradisi keluarga. Terlepas dari banyak perubahan selama bertahun-tahun, beliau dan keluarganya telah melestarikan rumah tersebut dalam keadaan utuh, meskipun "banyak orang telah menawarkan untuk membelinya dengan harga yang sangat tinggi." Tidak hanya rumah tersebut yang dilestarikan dalam keadaan aslinya, tetapi banyak barang di dalamnya juga tetap utuh, mulai dari artefak keagamaan hingga benda-benda sehari-hari, terutama plakat horizontal antik dan set furnitur antik.
Menurut Phan Duc Hoa, kepala Klub UNESCO untuk Penelitian dan Pengumpulan Artefak Kuno di Quang Binh, di Kota Dong Hoi saja, saat ini terdapat lebih dari 20 rumah kuno yang hampir masih dalam kondisi aslinya, dan lebih dari 10 rumah kuno yang telah dipugar, sebagian besar dibawa dari daerah lain. Keluarga Bapak Hoa juga membeli dan memugar sebuah rumah kuno pada tahun 2009. Di dalamnya, banyak detail yang masih terjaga utuh, bersama dengan ratusan barang antik yang dikumpulkannya selama bertahun-tahun. Nilai-nilai budaya tradisional ini menjadikan rumah Bapak Hoa sebagai tempat pertemuan ideal bagi mereka yang menyukai artefak kuno dan tertarik pada budaya rakyat tradisional.
Sumber: https://www.baoquangbinh.vn/Multimedia/emagazine/202504/nha-co-trong-long-pho-2225407/






Komentar (0)