
Menurut dakwaan jaksa Indonesia , antara tahun 2020 dan 2022, Kementerian Pendidikan melaksanakan program pembelian sekitar 1,2 juta Chromebook untuk transformasi digital pendidikan, dengan total biaya ratusan juta dolar. Penyidik mengklaim bahwa kriteria tender dan proses seleksi peralatan menunjukkan favoritisme terhadap ekosistem ChromeOS, yang menyebabkan kerugian signifikan bagi anggaran negara.
Jaksa menuduh Nadiem Makarim menyalahgunakan jabatannya sebagai Menteri Pendidikan untuk mengarahkan program pengadaan yang tidak semestinya dan meminta hukuman penjara 18 tahun. Mereka juga menuntut agar terdakwa mengembalikan uang yang diduga diperoleh secara ilegal, sebagaimana ditentukan oleh penyelidikan.
Bapak Nadiem Makarim membantah semua tuduhan, menegaskan ketidakbersalahannya dan mengklaim bahwa keputusan yang dibuat dalam program pendidikan digital adalah untuk kepentingan publik. Tim kuasa hukumnya juga menyatakan bahwa mereka akan terus membela posisi ini di pengadilan.
Kasus ini telah menarik perhatian signifikan dari publik Indonesia maupun investor internasional karena Nadiem Makarim adalah salah satu pengusaha teknologi terkemuka di Asia Tenggara, salah satu pendiri Gojek sebelum menjabat sebagai Menteri Pendidikan. Pengadilan anti korupsi Indonesia dijadwalkan akan menyampaikan putusannya dalam waktu dekat.
Sumber: https://baolaocai.vn/nha-sang-lap-gojek-cho-phan-quyet-tham-nhung-post902842.html










