Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (JAXA) mengumumkan pada tanggal 7 Januari bahwa mereka telah memutuskan untuk menunda peluncuran roket H3, yang dijadwalkan pada tanggal 1 Februari, karena masih menyelidiki penyebab kegagalan peluncuran bulan lalu.
Menurut JAXA, tanggal peluncuran roket H3 kesembilan, yang membawa satelit milik Sistem Satelit Quasi-Zenith Jepang (QZSS), belum ditentukan.
Badan tersebut memfokuskan seluruh sumber daya dan upayanya untuk mengklarifikasi penyebab kegagalan peluncuran roket H3 sebelumnya.
Jepang bertujuan membangun sistem navigasi tujuh satelit untuk menyediakan layanan penentuan posisi yang sangat akurat untuk aplikasi penting seperti ponsel pintar dan navigasi kendaraan, sekaligus mengurangi ketergantungannya pada satelit dari negara lain.
Saat ini, lima satelit dari sistem ini telah diluncurkan ke orbit.
Setelah selesai dibangun, QZSS diharapkan dapat menyediakan cakupan di hampir seluruh Jepang, termasuk daerah perkotaan padat penduduk dan daerah pegunungan di mana sinyal satelit seringkali lemah karena halangan.
Sumber: https://www.vietnamplus.vn/nhat-ban-hoan-phong-ten-lua-h3-de-dieu-tra-su-co-post1087082.vnp







