
Cuplikan layar dari klip video.
Draf tersebut mencakup ketentuan-ketentuan seperti pemeriksaan kerentanan dalam sistem informasi pemerintah yang penting dan penguatan kerja sama dengan negara lain.
Sebelumnya, kemajuan pesat teknologi AI mendorong pemerintah Jepang untuk memutuskan merevisi Rencana Dasar yang telah diterbitkan pada Desember 2025 untuk pertama kalinya.
Draf amandemen tersebut mengakui bahwa risiko yang ditimbulkan oleh AI semakin kompleks dan serius. Dokumen tersebut dengan jelas menunjukkan bahwa ancaman keamanan siber muncul dalam bentuk serangan otomatis yang dibantu oleh teknologi AI melalui penemuan kerentanan yang sebelumnya tidak diketahui; oleh karena itu, penguatan pertahanan keamanan siber sangat diperlukan.
Berdasarkan hal tersebut, draf tersebut menguraikan langkah-langkah yang perlu difokuskan oleh pemerintah Jepang, termasuk: Memanfaatkan AI berkinerja tinggi untuk memeriksa dan mendeteksi kerentanan dalam sistem informasi pemerintah yang kritis; Memperkuat kerja sama dengan lembaga pemerintah asing dan unit pengembangan AI; dan Secara proaktif dan terus menerus meninjau dan mengubah kerangka hukum untuk AI.
RG
Sumber: https://baoangiang.com.vn/nhat-ban-tang-cuong-an-ninh-mang-a489717.html








