Bagi generasi 80-an, Festival Pertengahan Musim Gugur adalah langit kenangan yang semarak namun sederhana, cita rasa yang unik dan tak terlupakan. Sementara Festival Pertengahan Musim Gugur di kota mempesona dengan lampion, kue bulan, dan alunan meriah "tung dinh dinh, cac tung dinh dinh...", Festival Pertengahan Musim Gugur di pedesaan membawa kegembiraan yang berbeda—kegembiraan mengukir bambu untuk membuat lampion, mengetuk setiap kue bulan, dan menunggu malam tiba untuk melakukan pawai lampion di sekitar lingkungan.
Festival Pertengahan Musim Gugur di kampung halaman saya tidak memiliki banyak permen atau lampion warna-warni; sebaliknya, hanya ada lampion berbentuk bintang yang terbuat dari kertas selofan merah yang dibuatkan ayah saya untuk saya di awal Agustus, atau lampion yang terbuat dari kaleng susu berlubang yang berputar-putar di bawah cahaya lilin. Lampion kaleng susu "legendaris" itu, yang hampir dikenal oleh setiap generasi tahun 80-an, telah terukir dalam ingatan banyak orang.
(AI)
Pada malam bulan purnama, jalan-jalan desa dipenuhi tawa. Anak-anak akan berkumpul dalam barisan panjang, membawa lentera. Kelompok penari barongsai biasanya terdiri dari anak-anak yang lebih besar dari lingkungan sekitar yang berlatih sendiri, dengan kepala barongsai yang dibuat sendiri dari kardus dan potongan kain. Dentingan kaleng timah yang berirama, meskipun sederhana, adalah suara yang paling riuh dan gembira. Hanya dengan melihat kelompok penari barongsai dari jauh saja sudah membuat anak-anak bersorak keras.
Cita rasa pertama Festival Pertengahan Musim Gugur di masa kanak-kanak adalah rasa antisipasi. Itu adalah perasaan gembira memegang lampion di tangan, membantu ibu mengayak tepung untuk membuat kue bulan, menyiapkan pesta dengan cita rasa rumahan – selai kelapa, selai labu, kue pisang… Festival Pertengahan Musim Gugur di pedesaan bukan berasal dari hidangan tertentu, tetapi dari kehadiran orang-orang terkasih.
Festival Pertengahan Musim Gugur adalah kesempatan langka ketika seluruh keluarga, atau bahkan seluruh lingkungan, berkumpul bersama di bawah sinar bulan. Inti dari reuni pada saat itu adalah tawa riang anak-anak, pelukan hangat kakek-nenek, dan tatapan penuh kasih sayang orang tua.
Begitulah suasana Festival Pertengahan Musim Gugur di pedesaan: hanya malam yang terang benderang oleh bulan, lentera buatan sendiri, beberapa kue tradisional, dan pelukan hangat. Ini adalah kenangan masa kecil yang sederhana namun indah, di mana kebahagiaan datang dari hal-hal sederhana.
Anak muda
Sumber: https://baolongan.vn/nho-trung-thu-xua-a203570.html






Komentar (0)