Sesuai dengan rekomendasi dari Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan Vietnam, PrEP diprioritaskan untuk kelompok yang berisiko tinggi terinfeksi HIV.
Salah satu kelompok yang direkomendasikan untuk menggunakan PrEP adalah individu yang pasangannya positif HIV tetapi tidak menjalani pengobatan yang stabil atau belum mencapai kadar virus yang tidak terdeteksi. Dalam kasus ini, penggunaan PrEP membantu mengurangi risiko penularan HIV kepada pasangan mereka yang tidak terinfeksi.
Pria yang berhubungan seks dengan pria juga merupakan kelompok yang didorong untuk mengakses PrEP. Menurut studi internasional, kelompok ini memiliki risiko infeksi HIV yang lebih tinggi karena banyak faktor yang berkaitan dengan perilaku seksual dan akses ke layanan kesehatan.
Selain itu, orang yang memiliki banyak pasangan seksual atau sering melakukan hubungan seks tanpa peng
Pekerja seks, perempuan transgender, orang dengan riwayat infeksi menular seksual, atau pengguna narkoba suntik yang berbagi jarum juga merupakan kelompok berisiko tinggi yang disarankan untuk menggunakan PrEP.
Pada tahun 2025, dunia diperkirakan akan mencatat sekitar 1,3 juta infeksi HIV baru, sementara Vietnam akan mendeteksi lebih dari 7.700 kasus baru dan 1.238 kematian akibat penyakit tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa perluasan langkah-langkah pencegahan HIV, terutama di antara kelompok berisiko tinggi, tetap merupakan tugas yang sangat penting.
Saat ini, PrEP umumnya digunakan dalam dua bentuk: pemberian oral harian dan PrEP situasional (2-1-1) untuk individu tertentu sesuai resep dokter.
Para ahli medis mencatat bahwa sebelum memulai PrEP, orang perlu menjalani tes HIV untuk memastikan mereka tidak terinfeksi. Selain itu, dokter mungkin akan meminta tes lebih lanjut terkait fungsi hati dan ginjal serta memberikan saran tentang metode penggunaan yang tepat.
Selama perawatan, pengguna perlu menjalani pemeriksaan rutin sekitar setiap 3 bulan untuk tes HIV, pemantauan kesehatan, dan konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.
Meskipun PrEP sangat efektif dalam mencegah HIV, para ahli tetap merekomendasikan agar masyarakat menjaga praktik seks aman dan menggunakan kondom untuk mencegah infeksi menular seksual lainnya.
Pemahaman yang tepat dan akses yang tepat sasaran terhadap PrEP tidak hanya membantu melindungi kesehatan individu tetapi juga berkontribusi mengurangi risiko penularan HIV di masyarakat, dengan tujuan mengakhiri epidemi AIDS pada tahun 2030.
Sumber: https://soyte.camau.gov.vn/bai-khoa-hoc-chinh-tri-va-xa-hoi/nhung-ai-nen-su-dung-prep-301456









