Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Độc lập - Tự do - Hạnh phúc

Lukisan-lukisan terkenal di masa lalu

Pada tanggal 27 Juni, Asosiasi Seni Rupa Kota Ho Chi Minh menyelenggarakan upacara pembukaan pameran karya-karya yang pernah terkenal. Pameran ini merupakan koleksi 50 dari 300 karya yang diterbitkan untuk pertama kalinya oleh kolektor Vietnam di luar negeri, Vu Dinh Hai. Pameran ini telah menarik perhatian pers, seniman, kolektor, dan publik...

Báo Đồng NaiBáo Đồng Nai27/06/2025

Kolektor Vu Dinh Hai di samping potret mendiang fotografer Lam Tan Tai. Foto: Gian Thanh Son

Berdiri di depan lukisan-lukisan yang dikumpulkan sebelum tahun 1975 di Selatan, saya merasakan luapan emosi tentang waktu—nostalgia sekaligus sendu. Lukisan-lukisan itu bukan sekadar bercak-bercak warna di atas kanvas, melainkan kenangan hidup akan suatu era, tentang takdir, tentang gerakan yang mengikuti alur budaya sejarah negeri ini.

Barangkali yang membuat pameran ini istimewa adalah asal usul koleksinya—dari seorang Vietnam perantauan di AS. Menurut saya, pameran ini telah menjembatani, baik secara geografis maupun spiritual, antara anak yang tinggal jauh dari rumah dan tanah air, antara apa yang tampaknya telah hilang dan keinginan untuk dilestarikan. Para pengunjung merasa tersentuh oleh hati yang ingin melestarikan budaya, sedih dengan berlalunya waktu, dan diam-diam bersyukur bahwa masih ada orang-orang yang menghargai kenangan nasional dengan sepenuh hati dan perjalanan hidup mereka, seperti kolektor Vu Dinh Hai.

Pemirsa seakan bertemu dengan pelukis-pelukis Selatan yang pernah terkenal, seperti Van Den dengan Playing Chess - 1960, Vu Huynh dengan Abstraction - 1970, Vu Huynh dengan Boat Wharf - 1970, Van Phung dengan Boat Wharf - 1960, Nguyen Huu Thinh dengan Landscape - 1970, Nguyen He dengan Horses on the Prairie - 1949, Be Ky dengan Grave Bus Station - 1960, Ho Thanh Duc dengan Husband and Wife - 1970, Ha Cam Tam dengan Wild Horses - 1960, Le Chanh dengan Portrait of a Young Woman - 1940, Le Minh dengan Apricot Blossoms on Tet - 1937- 2019, Luong The Hien dengan Cold Autumn Road - 1924-1970, Nguyen Cuong dengan Tet 1925-1960, Nguyen Tri Minh dengan Abstraksi 1924-2010, Nguyen Van Phuong dengan Blossoming Lute 1930, Nguyen Van Phuong dengan Abstraksi - 1960….

Suasana dalam pameran tampak melambat - pengunjung tidak hanya "melihat", tetapi juga "mendengarkan" simfoni warna, nostalgia, dan jiwa.

Kolektor Vu Dinh Hai mengatakan bahwa lukisan ini merupakan salah satu dari 50 lukisan dalam koleksinya yang berjumlah sekitar 300 lukisan bertema Seni Rupa Selatan sebelum tahun 1975. Ia berkata, “Saya mulai mengoleksi dan melestarikan lukisan-lukisan ini pada tahun 1982 dan membelinya hingga tahun 1992. Ketika Vietnam mulai membuka diri, orang-orang asing berbondong-bondong datang untuk mengoleksi dan membeli lukisan-lukisan tua, sehingga harga lukisan-lukisan tersebut meningkat seiring dengan munculnya lukisan-lukisan palsu. Sejak saat itu, saya tidak dapat mengoleksinya lagi... Namun, dengan kesadaran ingin berkontribusi dalam melestarikan warisan seni kuno, saya tetap melanjutkan karya saya yang penuh semangat dan cinta, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.”

Hal ini merupakan ungkapan rasa haru dan bangga dari sang kolektor, dan melalui koleksi lukisan yang dipamerkan di tanah airnya, warga Vietnam perantauan tidak hanya mengekspresikan kerinduannya terhadap tanah air, tetapi juga secara aktif melestarikan dan menyebarkan nilai-nilai budaya—sesuatu yang tidak semua orang bisa lakukan di negeri asing. Ini merupakan ungkapan rasa terima kasih yang mendalam kepada para pendahulu—leluhur yang telah meletakkan fondasi bagi kekayaan seni bangsa.

Karya itu bagaikan jembatan antara masa lalu dan masa kini, antara nilai-nilai tradisional dan generasi mendatang. Seni bukan hanya sesuatu yang indah untuk dikagumi, tetapi juga sebuah kenangan, identitas, dan suara jiwa bangsa!

Gian Thanh Son

Sumber: https://baodongnai.com.vn/dong-nai-cuoi-tuan/202506/nhung-buc-hoa-vang-bong-mot-thoi-9ab0d29/


Topik: koleksi

Komentar (0)

No data
No data

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Jet tempur Su-30-MK2 jatuhkan peluru pengacau, helikopter mengibarkan bendera di langit ibu kota
Puaskan mata Anda dengan jet tempur Su-30MK2 yang menjatuhkan perangkap panas yang bersinar di langit ibu kota
(Langsung) Gladi bersih perayaan, pawai, dan pawai Hari Nasional 2 September
Duong Hoang Yen menyanyikan "Tanah Air di Bawah Sinar Matahari" secara a cappella yang menimbulkan emosi yang kuat

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

No videos available

Berita

Sistem Politik

Lokal

Produk