Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Độc lập - Tự do - Hạnh phúc

Api Abadi di Dunia

VnExpressVnExpress15/04/2024

[iklan_1]

Di dalam gua, di belakang air terjun Api Abadi setinggi 10,7 m di Cagar Alam Shale Creek (AS), apinya tingginya sekitar 20 cm, salah satu api alami yang telah menyala selama ribuan tahun.

Api abadi merupakan api yang menyala dalam jangka waktu lama tanpa dapat dipadamkan, baik karena berada di lapisan gas alam atau karena terjadi akibat campur tangan manusia.

1. Air Terjun Api Abadi, Cagar Alam Shale Creek, New York, AS

Api abadi menyala di balik air terjun. Foto: Wikimedia

Api abadi menyala di balik air terjun. Foto: Wikimedia

Salah satu api abadi paling terkenal di dunia terletak di sebuah gua kecil di belakang Air Terjun Api Abadi setinggi 35 kaki di Cagar Alam Shale Creek, menurut Interesting Engineering . Api setinggi sekitar 20 cm ini telah menyala selama ribuan tahun. Para peneliti masih belum mengetahui apa yang memicu api abadi ini, tetapi mereka menduga bahwa suatu proses geologis terus-menerus melepaskan gas alam dari batuan serpih 400 meter di bawahnya. Di dalam gua, api kecil ini dapat terlihat hampir sepanjang tahun, bahkan menyala di musim dingin ketika air terjun membeku. Terkadang, api tersebut mungkin padam dan perlu dinyalakan kembali.

2. Yanartas, Lembah Olympos, Türkiye

Yanartas terletak di Gunung Chimaera di Lembah Olympos, yang kini dikenal sebagai Antalya, Turki. Kawasan ini bukan hanya rumah bagi satu, melainkan puluhan api alami kecil. Api abadi ini terletak di dekat reruntuhan kuil kuno yang didedikasikan untuk Hephaestus, dewa pandai besi dan api Yunani. Api-api ini telah menyala selama lebih dari 2,5 milenium. Menurut para pengunjung, kawasan ini tampak seperti neraka di Bumi pada malam hari.

3. Erta Ale, Etiopia

Kebakaran di danau lava Erta Ale muncul secara berkala. Foto: iStock

Kebakaran di danau lava Erta Ale muncul secara berkala. Foto: iStock

Erta Ale terletak di Cekungan Afar, Ethiopia. Berarti "gunung berasap", Erta Ale adalah gunung berapi perisai setinggi 613 meter. Ciri khasnya yang paling mengesankan adalah danau lava yang selalu aktif di dekatnya. Fenomena ini sangat langka, terutama yang telah ada sejak lama. Danau lava Erta Ale, yang juga dikenal sebagai "gerbang neraka", ditemukan pada tahun 1906. Siklus danau ini meliputi pendinginan, pembentukan lapisan hitam, dan semburan api setinggi 3,5 meter.

4. Yanar Dağ, Azerbaijan

Yanar Dağ di Azerbaijan adalah api abadi alami yang mengesankan. Terletak di Pegunungan Kaukasus Kecil, Azerbaijan sering disebut sebagai "Tanah Api", sebagian karena keberadaan fenomena alam yang unik ini. Yanar Dağ terbakar berkat gas alam yang merembes dari batu pasir berpori di lereng bukit di atas Teluk Absheron. Terkadang apinya begitu dahsyat hingga mencapai ketinggian 2,74 m. Api abadi ini telah dikenal sejak zaman kuno.

5. Kawah gas Darvaza, Turkmenistan

Kebakaran di kawah Darvaza merupakan akibat dari ulah manusia. Foto: Wikimedia

Kebakaran di kawah Darvaza merupakan akibat dari ulah manusia. Foto: Wikimedia

Gurun Karakum di Turkmenistan adalah rumah bagi salah satu api abadi alami paling menakjubkan di dunia. Terletak di ladang gas raksasa yang ditemukan oleh insinyur minyak Soviet pada tahun 1970-an, gurun ini merupakan salah satu dari sedikit contoh api buatan manusia. Pengeboran eksplorasi di area tersebut menyebabkan keruntuhan di bawah tanah, menelan anjungan dan kamp di bawah tanah. Meskipun tidak ada korban jiwa, sejumlah besar metana mulai menyembur ke permukaan. Alih-alih membiarkan metana menumpuk hingga tingkat yang tidak aman, para insinyur memutuskan untuk membakar gas yang keluar. Bertentangan dengan perkiraan bahwa api akan padam dalam beberapa hari, api telah menyala selama lebih dari 50 tahun.

An Khang (Menurut Teknik Menarik )


[iklan_2]
Tautan sumber

Komentar (0)

No data
No data

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Jet tempur Su-30-MK2 jatuhkan peluru pengacau, helikopter mengibarkan bendera di langit ibu kota
Puaskan mata Anda dengan jet tempur Su-30MK2 yang menjatuhkan perangkap panas yang bersinar di langit ibu kota
(Langsung) Gladi bersih perayaan, pawai, dan pawai Hari Nasional 2 September
Duong Hoang Yen menyanyikan "Tanah Air di Bawah Sinar Matahari" secara a cappella yang menimbulkan emosi yang kuat

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

No videos available

Berita

Sistem Politik

Lokal

Produk