Dahulu, perlengkapan seorang jurnalis terbatas pada buku catatan, pena, kamera, dan perekam audio. Namun, dengan perkembangan teknologi digital yang pesat, pekerjaan seorang reporter telah berubah secara signifikan. Dalam lingkungan media modern, seorang jurnalis tidak hanya bertugas menulis artikel berita, tetapi juga harus menguasai banyak keterampilan lain seperti pengambilan gambar, penyuntingan video, produksi produk jurnalistik multimedia, dan berinteraksi dengan pembaca di berbagai platform.
Di Surat Kabar dan Radio & Televisi Tay Ninh, citra para reporter perempuan muda yang dinamis dan bekerja di berbagai bidang telah menjadi bukti nyata adaptasi dan inovasi berkelanjutan dari tim jurnalistik di era digital. Reporter Nguyen Ngoc Thao Minh berbagi: “Ledakan transformasi digital telah menempatkan banyak tuntutan baru pada jurnalis. Untuk memenuhi tuntutan pekerjaan, saya harus terus belajar dan membiasakan diri dengan menulis, merekam, mengedit video , dan memproduksi karya untuk surat kabar online dan cetak. Meskipun beban kerja lebih berat dari sebelumnya, hal ini telah membantu saya memaksimalkan kreativitas, meningkatkan ketepatan waktu pekerjaan saya, dan secara bertahap membangun gaya jurnalistik profesional, berkontribusi pada perkembangan pers provinsi.”

Perkembangan teknologi yang pesat tidak mengubah sifat dasar jurnalisme, tetapi telah menempatkan tuntutan baru pada kemampuan berpikir dan operasional. Dalam konteks ini, banyak wartawan perempuan telah dengan cepat beradaptasi, secara proaktif menguasai teknologi untuk mengikuti tren jurnalistik modern.
Sebagai seorang reporter muda yang secara rutin meliput transformasi digital dan reformasi administrasi, jurnalis Le Nguyen Thien Ngoc selalu mendedikasikan waktu yang signifikan untuk memantau lapangan secara cermat guna mendokumentasikan perubahan dalam kehidupan sosial. Dalam arus teknologi digital yang pesat, ia terus belajar dan secara proaktif menerapkan platform dan alat digital dalam pekerjaannya untuk meningkatkan efisiensi pengumpulan dan pengolahan informasi, memenuhi tuntutan jurnalisme modern yang semakin tinggi.
Secara khusus, dalam konteks percepatan implementasi Resolusi No. 57-NQ/TW Politbiro tentang pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan transformasi digital nasional di seluruh negeri, beliau memberikan perhatian khusus pada dampak proses transformasi digital terhadap kehidupan masyarakat.
Mulai dari perubahan prosedur administratif dan penggunaan layanan publik daring hingga model penerapan teknologi dalam produksi dan bisnis, setiap kunjungan lapangan membantunya memperoleh perspektif yang lebih praktis untuk secara jelas merefleksikan upaya transformasi digital yang terjadi di daerah tersebut.

“Memantau aktivitas transformasi digital telah membantu saya melihat perubahan yang sangat jelas dalam kesadaran, praktik, dan kehidupan masyarakat. Yang saya pedulikan bukan hanya pencapaian, tetapi juga kesulitan dan hambatan dalam mengakses teknologi. Oleh karena itu, saya selalu berusaha untuk tetap dekat dengan realitas, mendengarkan suara dari akar rumput untuk secara objektif dan menyeluruh mencerminkan perkembangan lokal, sehingga menyebarkan model yang efektif dan praktik yang baik serta berkontribusi untuk mencerminkan pemikiran dan aspirasi masyarakat,” ujar Thien Ngoc.
Jurnalisme adalah profesi yang penuh tekanan, dan bagi perempuan, tekanan itu terkadang bahkan lebih besar karena mereka harus menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga. Makan larut malam, panggilan telepon terburu-buru kepada anak-anak dari tempat kerja yang jauh, dan liburan serta festival ketika mereka tidak dapat berkumpul dengan orang-orang terkasih telah menjadi cerita yang familiar bagi banyak reporter perempuan. Namun, kepekaan, kehalusan, dan kemampuan mereka untuk mendengarkan adalah keunggulan yang membantu mereka terhubung lebih dekat dengan subjek mereka. Banyak cerita tentang kehidupan yang sulit, nasib yang tidak menguntungkan, atau isu-isu sosial yang mendesak telah tercermin dengan perspektif yang manusiawi dan emosional melalui pena para jurnalis perempuan ini.
Dalam arus teknologi dan media modern yang terus berubah, jurnalis perempuan tidak hanya membenamkan diri dalam arus tersebut tetapi juga secara proaktif berada di dalamnya untuk mengamati, merasakan, dan merefleksikan denyut nadi zaman. Dari kesulitan dan tantangan profesi mereka, mereka telah mengubahnya menjadi motivasi untuk inovasi, kreativitas, dan terus menegaskan kemampuan jurnalis di era digital.
Sumber: https://baotayninh.vn/nhung-nu-phong-vien-trong-dong-chay-moi-149657.html








