Banyak penemuan yang diumumkan pada tahun 2023 terkait dengan rekor seperti hewan terberat yang pernah hidup di Bumi atau lubang hitam tertua.
Tempat paling cerah di Bumi
Dataran Altiplano di Gurun Atacama. Foto: Pawel Toczynski
Titik tercerah di Bumi adalah Altiplano di Gurun Atacama, dataran gersang di dekat Pegunungan Andes di Chili yang menerima sinar matahari sebanyak Venus. Meskipun biasanya dingin dan kering, wilayah setinggi 13.000 kaki ini mendapatkan lebih banyak sinar matahari daripada tempat-tempat di dekat khatulistiwa atau lebih tinggi, menurut penelitian yang dipublikasikan di Bulletin of the American Meteorological Society . Radiasi matahari rata-rata di dataran ini adalah 308 watt per meter persegi, lebih dari dua kali lipat radiasi matahari di Eropa Tengah dan Pantai Timur Amerika Serikat.
Lubang hitam tertua
Simulasi lubang hitam purba. Foto: TS2 Space
Para ilmuwan telah menemukan lubang hitam tertua yang pernah ditemukan. Lubang hitam ini terbentuk lebih dari 470 juta tahun setelah Big Bang. Penemuan yang diumumkan pada awal November ini mengonfirmasi hipotesis bahwa lubang hitam supermasif telah ada sejak awal alam semesta.
Teleskop Luar Angkasa James Webb milik NASA dan Observatorium Sinar-X Chandra telah bekerja sama untuk mendeteksi lubang hitam tertua dalam sinar-X. Lubang hitam raksasa ini diperkirakan berusia sekitar 13,2 miliar tahun, sedikit lebih muda dari usia alam semesta yang mencapai 13,7 miliar tahun.
Yang juga mengejutkan para ilmuwan adalah ukuran lubang hitam tersebut. Ukurannya 10 kali lebih besar daripada lubang hitam di Bima Sakti. Ukurannya juga 10 hingga 100 persen lebih besar daripada massa total semua bintang di galaksinya, menurut Akos Bogdan, penulis utama studi di Pusat Astrofisika Harvard-Smithsonian.
Hewan terberat yang pernah hidup di Bumi
Rekonstruksi penampakan Perucetus colossus. Foto: Alberto Gennari
Seekor paus purba raksasa yang hidup 39 juta tahun lalu berukuran lebih dari dua kali lipat paus biru, menjadikannya hewan terberat yang pernah hidup di Bumi. Para peneliti telah menamai paus sauribasilod yang telah punah ini sebagai Perucetus colossus. Massa tubuhnya diperkirakan antara 85.000 dan 340.000 kilogram (185.000 dan 770.000 pon). P. colossus memiliki panjang sekitar 20 meter (66 kaki), menurut penelitian yang dipublikasikan pada 2 Agustus di jurnal Nature. Para ahli paleontologi menemukan sebagian kerangka paus raksasa ini 30 tahun yang lalu di provinsi Ica, Peru selatan.
An Khang (Menurut Berita Sains )
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)