• Hampir 300 paket hadiah dibagikan, menyebarkan kasih sayang kepada orang-orang yang membutuhkan.
  • Menyebarkan kasih sayang melalui program pemeriksaan dan pengobatan medis kemanusiaan.
  • Program Relawan Musim Semi 2026: Menyebarkan Cinta di Komune Tri Phai

Berikan kasih sayang melalui empati.

Bagi Ibu Huynh Thi Hong Van (63 tahun, lingkungan Bac Lieu), perjalanan amal yang dijalaninya tidak berawal dari kelimpahan, melainkan dari keprihatinan sehari-hari. Setiap kali ia menyaksikan orang miskin dan sakit, ia merasa gelisah. Ibu Van memahami bahwa di balik kemiskinan bukan hanya kekurangan harta benda, tetapi juga perasaan dilupakan.

Ibu Huynh Thi Hong Van mengunjungi dan memberikan hadiah kepada keluarga-keluarga yang berada dalam keadaan sulit di lingkungan Vinh Trach.

Empati inilah yang memotivasinya, setelah bertahun-tahun merencanakan, untuk mendirikan kelompok amal " Loving Heart" bersama teman-temannya pada tahun 2014. Awalnya, kelompok amal ini hanya memiliki beberapa anggota, tetapi melalui ketulusan dan transparansi, pengaruhnya meluas, menarik banyak peserta dan menjadi sistem dukungan yang akrab bagi banyak orang kurang mampu baik di dalam maupun di luar provinsi.

Perjalanan amal Ibu Van tidak hanya membawa beras, mi, obat-obatan, atau dukungan finansial, tetapi juga kepedulian dan kebaikan yang tulus. Dari kota hingga daerah pegunungan terpencil, setiap tas sekolah untuk anak-anak, setiap mantel hangat, setiap paket hadiah kecil diberikan dengan penuh hormat, seolah-olah memberikan sebagian dari kasih sayangnya sendiri.

Di antara mereka yang menerima bantuan, kisah Ibu Ngoc Phuong dari lingkungan Bac Lieu sangat memilukan. Tua dan tinggal sendirian di kamar sewaan yang sempit, ia menderita sirosis hati yang mengancam jiwa, kesehatannya terus memburuk. Namun, ia masih berusaha menjual tiket lotere untuk menghidupi dirinya sendiri. Seiring penyakitnya memburuk dan kakinya kehilangan kekuatan untuk berjalan, hidupnya secara bertahap menjadi tanpa harapan.

Mengetahui situasinya, Ibu Van dan anggota kelompok "Loving Heart" secara teratur mengunjunginya, memberikan beras, kebutuhan pokok, dan biaya hidup. Hadiah-hadiah itu memang tidak besar, tetapi cukup bagi Ibu Phuong untuk merasa bahwa dia tidak sendirian dalam hidup.