
Staf dari Rumah Sakit Paru Provinsi memberikan saran kepada masyarakat tentang cara mencegah dan mengendalikan tuberkulosis.
Tuberkulosis (TB) disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan sangat menular melalui saluran pernapasan jika tidak dikendalikan dengan benar. Oleh karena itu, deteksi dini memainkan peran penting dalam pengobatan dan pencegahan. Orang dengan gejala yang dicurigai harus pergi ke fasilitas medis untuk pemeriksaan, konsultasi, dan pengujian tepat waktu. Pasien harus benar-benar mematuhi rejimen pengobatan dan tidak menghentikan pengobatan sebelum waktunya untuk menghindari risiko resistensi obat dan penyebaran di masyarakat. Ketika bakteri TB masuk ke paru-paru, bakteri tersebut dapat berkembang biak dan menyebabkan kerusakan paru-paru. Gejala seperti batuk terus-menerus yang berlangsung lebih dari dua minggu, demam ringan di siang hari, keringat malam, dan penurunan berat badan sering disalahartikan sebagai penyakit umum, menyebabkan banyak orang menjadi lengah dan menunda mencari perhatian medis. Tingkat TB yang didapat di masyarakat di Lai Chau diperkirakan sekitar 30/100.000 orang, menunjukkan bahwa risiko infeksi tetap ada, terutama di daerah terpencil di mana akses ke layanan kesehatan terbatas.
Menurut Dr. Pham Manh Hung, Direktur Rumah Sakit Paru Provinsi, unit tersebut telah mengembangkan rencana komprehensif dan mengalokasikan target operasional ke tingkat akar rumput untuk memastikan implementasi yang efektif di seluruh provinsi. Penekanan diberikan pada komunikasi dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang risiko dan pencegahan tuberkulosis. Penerapan teknik modern seperti pengujian biologi molekuler Truenat dan GeneXpert memainkan peran penting dalam deteksi dini tuberkulosis, terutama tuberkulosis resisten obat dan tuberkulosis pada anak-anak. Hal ini membantu mempersingkat waktu diagnosis, meningkatkan akurasi, dan memfasilitasi pengobatan tepat waktu bagi pasien, membatasi komplikasi dan penyebaran di masyarakat. Layanan skrining dan pemeriksaan telah diperkuat di tingkat akar rumput. Rumah Sakit Paru Provinsi juga bekerja sama dengan Rumah Sakit Paru Nasional untuk menyelenggarakan berbagai pelatihan guna meningkatkan kapasitas profesional staf kesehatan dalam diagnosis, pengobatan, dan pencegahan tuberkulosis.
\
Petugas kesehatan di pos kesehatan komune Binh Lu melakukan pemeriksaan kesehatan anak dan memberikan konseling tentang tuberkulosis kepada warga setempat.
Bersamaan dengan kegiatan profesional, upaya komunikasi untuk mencegah dan mengendalikan tuberkulosis diimplementasikan dengan berbagai cara oleh fasilitas kesehatan, yang disesuaikan dengan setiap daerah. Proses implementasi tersebut memobilisasi partisipasi pemerintah daerah dan organisasi dalam menyebarkan informasi, membantu masyarakat memahami dan secara proaktif mencegah tuberkulosis. Mulai dari sistem pengeras suara lokal dan pertemuan desa hingga kegiatan komunitas dan konsultasi langsung ke rumah, komunikasi tersebut berfokus pada pengenalan gejala penyakit, pencarian perawatan medis secara proaktif, dan kepatuhan terhadap pengobatan.
Di tingkat akar rumput, pos kesehatan komune dan kelurahan memainkan peran penting sebagai "perpanjangan tangan" dalam pencegahan dan pengendalian tuberkulosis. Dr. Bui Van Thu, Direktur Pos Kesehatan Komune Bum Nua, mengatakan: Pos kesehatan ini telah secara proaktif mengoordinasikan dan menyelenggarakan pemeriksaan untuk mendeteksi kasus dugaan tuberkulosis sejak dini di masyarakat. Selain itu, mereka telah meningkatkan komunikasi melalui sistem pengeras suara, pertemuan desa, dan mengintegrasikan konten pencegahan dan pengendalian tuberkulosis ke dalam kegiatan kesehatan rutin, membantu masyarakat meningkatkan kesadaran dan secara proaktif mencegah penyakit tersebut.
Dari tahun 2025 hingga saat ini, provinsi tersebut telah mendeteksi 159 pasien tuberkulosis, termasuk 127 kasus tuberkulosis paru dan 32 kasus tuberkulosis ekstrapulmoner; tingkat keberhasilan pengobatan telah mencapai lebih dari 90%. Pada awal tahun 2026, dengan dukungan LSM FIT, melalui program skrining yang diselenggarakan di komune Bum To, Mu Ca, Bum Nua, dan Thu Lum, tambahan 24 kasus tuberkulosis paru terdeteksi.

Pos Kesehatan Komune Thu Lũm berkolaborasi dalam menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan dan kampanye kesadaran tentang tuberkulosis bagi masyarakat setempat.
Namun, pencegahan dan pengendalian tuberkulosis di Lai Chau masih menghadapi banyak kesulitan. Dr. Nguyen Thi Thao (Departemen Tuberkulosis, Rumah Sakit Paru Provinsi) berbagi: Kesadaran sebagian orang masih terbatas; pendanaan untuk kegiatan skrining proaktif tidak mencukupi, dan terdapat kekurangan peralatan modern. Selain itu, beberapa pasien tidak sepenuhnya mematuhi rejimen pengobatan, sementara pemantauan dari keluarga dan petugas kesehatan desa tidak benar-benar ketat. Banyak kasus baru mencari perhatian medis ketika penyakit telah berlangsung lama, sehingga meningkatkan risiko komplikasi dan penularan. Meningkatkan kesadaran dan mengubah perilaku masyarakat tetap menjadi faktor kunci dalam pencegahan dan pengendalian tuberkulosis. Deteksi dini dan pengobatan lengkap tidak hanya membantu pasien pulih tetapi juga melindungi keluarga dan masyarakat.
Dengan keterlibatan sektor kesehatan yang menentukan dan upaya bersama seluruh masyarakat, diharapkan kesulitan-kesulitan tersebut akan segera teratasi untuk mewujudkan tujuan pemberantasan tuberkulosis di provinsi ini, serta berkontribusi dalam membangun masyarakat yang sehat dan berkelanjutan.
Sumber: https://baolaichau.vn/xa-hoi/no-luc-day-lui-benh-lao-988077






Komentar (0)