Upaya pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS di provinsi Quang Tri telah mencapai banyak hasil positif dalam beberapa tahun terakhir. Kegiatan komunikasi, konseling, pengujian, pengobatan, dan perawatan bagi orang yang hidup dengan HIV telah dilaksanakan secara efektif, berkontribusi pada pengendalian penyebaran penyakit dan peningkatan kualitas hidup pasien.

Dokter memberikan saran pengobatan kepada pasien HIV.
Menurut statistik, hingga pertengahan Mei 2026, provinsi Quang Tri memiliki 640 orang yang terinfeksi HIV. Dari jumlah tersebut, 502 pasien menerima pengobatan antiretroviral (ARV) secara lokal, sementara beberapa pasien menerima pengobatan di provinsi dan kota lain. Berkat deteksi dini dan rejimen pengobatan yang tepat, sebagian besar pasien memiliki kesehatan yang stabil, viral load rendah atau di bawah ambang batas penekanan, dan dapat bekerja serta hidup normal.
Untuk mencapai hasil ini, tenaga profesional telah secara efektif melaksanakan skrining komunitas, konseling, dan pengobatan dini terhadap infeksi HIV yang terdeteksi. Hal ini telah meningkatkan efektivitas pengobatan, memperpanjang harapan hidup, dan mengurangi risiko penularan HIV kepada masyarakat.
Penderita HIV merupakan kelompok rentan, yang sering merasa distigmatisasi saat mengakses layanan kesehatan . Pada kenyataannya, orang yang hidup dengan HIV sering ragu untuk melakukan beberapa kunjungan untuk menyelesaikan pemeriksaan, pengujian, atau prosedur pengobatan. Oleh karena itu, meninjau dan menghilangkan prosedur yang tidak perlu, menyederhanakan proses, dan merampingkan prosedur administratif sangat penting untuk memungkinkan pasien mengakses layanan kesehatan secara diam-diam, nyaman, dan cepat.

Orang yang hidup dengan HIV sering merasa khawatir harus melakukan beberapa perjalanan untuk menyelesaikan prosedur pemeriksaan, pengujian, atau pengobatan.
Akhir-akhir ini, Dinas Kesehatan Provinsi Quang Tri telah memfokuskan perhatian pada percepatan reformasi prosedur administrasi yang terkait dengan transformasi digital komprehensif, dengan menempatkan pasien sebagai pusat perhatian, termasuk di bidang pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS.
Secara khusus, ketika orang membutuhkan konseling, pengujian, atau pengobatan HIV, mereka hanya perlu menggunakan kartu identitas warga negara mereka untuk menyelesaikan prosedur tersebut, mengurangi waktu tunggu dan meminimalkan perjalanan berulang. Secara khusus, implementasi jaringan layanan kesehatan terintegrasi dari sistem asuransi kesehatan memberikan manfaat bagi warga yang berpartisipasi. Pasien dapat memilih fasilitas medis yang sesuai untuk pemeriksaan dan pengobatan tanpa harus melalui prosedur rujukan yang panjang seperti sebelumnya, sehingga berkontribusi pada keberlanjutan pengobatan dan meningkatkan efektivitas pengobatan.
Penyederhanaan prosedur juga membantu staf layanan kesehatan meningkatkan efisiensi kerja, mengurangi beban pemrosesan dokumen manual, dan meningkatkan akurasi dalam manajemen data. Prosedur terkait penerbitan dan pencabutan kartu untuk petugas penjangkauan komunitas HIV diimplementasikan secara daring melalui Portal Layanan Publik Nasional, memungkinkan warga untuk mengajukan permohonan, melacak perkembangan pemrosesan, dan menerima hasil secara daring tanpa harus mengunjungi Pusat Layanan Publik secara langsung.
Dinas Kesehatan Quang Tri mempromosikan penerapan teknologi informasi dalam pengelolaan program HIV/AIDS. Fasilitas kesehatan menerapkan berbagai perangkat lunak manajemen seperti Sistem Manajemen Informasi HIV/AIDS (HIV-INFO), perangkat lunak HMED, dan sistem pelaporan elektronik sebagaimana yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Penerapan teknologi informasi membantu memperbarui informasi pasien secara akurat dan tepat waktu, meningkatkan efektivitas pemantauan pengobatan dan mendukung pengawasan epidemiologi.
Selain itu, fasilitas kesehatan juga berfokus pada peningkatan kualitas layanan bagi pasien. Petugas kesehatan secara teratur menerima pelatihan untuk meningkatkan keterampilan konseling, komunikasi, dan dukungan pasien, menciptakan lingkungan yang ramah dan penuh hormat untuk pemeriksaan dan pengobatan, serta memastikan kerahasiaan informasi bagi orang yang hidup dengan HIV. Ini merupakan faktor penting dalam mengurangi stigma dan diskriminasi, membangun kepercayaan sehingga orang dapat secara proaktif mengakses layanan tes dan pengobatan HIV.

Dinas Kesehatan Quang Tri menyelenggarakan pelatihan tentang pencegahan HIV di masyarakat.
Mendorong reformasi prosedur administrasi yang terkait dengan transformasi digital di bidang pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS membantu meningkatkan efisiensi manajemen, mempermudah petugas kesehatan dalam menjalankan tugas mereka, dan juga membantu masyarakat mengakses layanan kesehatan dengan lebih cepat, transparan, dan nyaman, terutama pasien HIV.
Sumber: https://suckhoedoisong.vn/no-luc-vi-loi-ich-cua-benh-nhan-hiv-aids-169260519150002106.htm








Komentar (0)