Dalam sambutan pembukaannya di konferensi tersebut, Ibu Kieu Thuy Nga, Direktur Departemen Perpustakaan, menyatakan: Kompetisi ini merupakan kegiatan yang mengimplementasikan proyek "Pengembangan Budaya Membaca di Masyarakat hingga 2020, dengan visi hingga 2030" yang diluncurkan oleh Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata pada tahun 2019. Kompetisi ini telah menjadi arena bermain dan forum bagi kaum muda, siswa, dan siswa tunanetra untuk berbagi pengalaman membaca yang efektif. Setiap tahun, kompetisi ini menarik banyak siswa di seluruh negeri yang berpartisipasi dengan antusias, dan mendapat perhatian yang signifikan dari orang tua, guru, dan staf sekolah. Kompetisi ini telah membangkitkan semangat membaca, menyebarkan pengetahuan dan kecintaan membaca di semua lapisan masyarakat, terutama kaum muda, mempromosikan gerakan membaca dan berkontribusi pada pengembangan budaya membaca di masyarakat.
Foto ilustrasi: TTXVN
Laporan ringkasan pada konferensi tersebut menunjukkan bahwa, dari tahun 2019 hingga saat ini, Kontes Duta Budaya Membaca telah diluncurkan secara luas di berbagai kementerian, departemen, dan daerah, serta mencapai banyak hasil penting.
Kompetisi ini telah mendapat perhatian dari para pemimpin di semua tingkatan, sektor, lembaga, dan unit lokal, serta partisipasi antusias dari para siswa di seluruh negeri. Banyak daerah telah berkoordinasi dengan sektor budaya, olahraga, dan pariwisata, sektor pendidikan , Persatuan Pemuda, sektor Informasi dan Komunikasi, dan Asosiasi untuk Promosi Pembelajaran untuk menyebarkan makna dan isi kompetisi ke sekolah-sekolah di wilayah mereka dan unit-unit di dalam angkatan bersenjata, menjadikannya kegiatan ekstrakurikuler yang bermakna. Beberapa daerah telah melakukan persiapan dan inovasi yang menyeluruh dalam menyelenggarakan kompetisi, menghasilkan skala yang lebih besar, pendekatan yang lebih sistematis, dan peningkatan jumlah peserta.
Kompetisi ini menumbuhkan kreativitas dan imajinasi siswa. Banyak cerita mengharukan dibagikan, dan karya-karya bernilai ilmiah dan artistik disampaikan kepada teman-teman dan masyarakat dengan ilustrasi yang indah dan kaya. Kompetisi ini benar-benar menjadi taman bermain dan forum bagi siswa untuk berbagi pengalaman membaca yang efektif. Beberapa siswa menjadi duta budaya membaca, membawa buku dan kecintaan membaca kepada mereka yang berada dalam keadaan sulit di masyarakat.
Namun, setelah empat tahun pelaksanaan, koordinasi antar lembaga dan organisasi, serta pendanaan dan sumber daya manusia, belum mendapat perhatian yang memadai...
Pada konferensi tersebut, para delegasi dari perpustakaan, lembaga, dan organisasi secara komprehensif menilai pencapaian, keuntungan, kesulitan, dan pelajaran yang dipetik selama pelaksanaan kompetisi di tingkat lokal. Para delegasi juga mengidentifikasi signifikansi dan dampak kompetisi terhadap komunitas dan masyarakat; berbagi dan memperkenalkan model dan inisiatif yang sukses untuk menyelenggarakan kompetisi; dan mengusulkan rekomendasi untuk lebih meningkatkan kualitas dan efektivitas kompetisi di masa mendatang.
Pada kesempatan ini, pimpinan Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata menganugerahkan Sertifikat Penghargaan dari Menteri kepada 20 kelompok atas prestasi luar biasa mereka dalam menyelenggarakan Kontes Duta Budaya Membaca di masa lalu. Panitia Penyelenggara menampilkan dan memperkenalkan beberapa karya pemenang dari Kontes Duta Budaya Membaca tahun-tahun sebelumnya.
Menurut VNA/Kantor Berita
Sumber






Komentar (0)