(HG) - Dalam rangka meningkatkan pendapatan rumah tangga petani, dan seiring dengan restrukturisasi pola tanam di lahan pertanian padi menjadi budidaya padi yang dikombinasikan dengan budidaya perikanan, para petani di kota Nga Bay kini telah membudidayakan ikan di lahan seluas 75,2 hektar, mencapai 188% dari rencana yang ditetapkan untuk tahun 2023.
Budidaya ikan di sawah terutama dilakukan oleh petani dengan menggunakan kombinasi spesies, seperti ikan gabus, ikan lele belang, ikan mas, dan ikan nila, dengan pakan tambahan, sambil juga memanfaatkan sumber makanan segar yang mudah didapat di daerah setempat (siput apel emas, ikan lain-lain, dll.). Benih ikan dibesarkan di keramba jaring, kolam, dan parit, kemudian dilepaskan ke sawah setelah panen padi musim panas-musim gugur.
Konversi lahan pertanian padi menjadi sistem budidaya perikanan berbasis padi telah membawa keuntungan lebih tinggi bagi petani. Selain dua kali panen padi, petani juga memperoleh keuntungan dari satu kali panen ikan. Setelah enam bulan budidaya, rata-rata petani memanen 5,5 ton ikan per hektar, dengan keuntungan 60-70 juta VND per hektar per panen.
Sesuai rencana, pada tahun 2024, kota Nga Bay akan terus mendorong petani untuk mengkonversi tambahan 40 hektar lahan untuk budidaya padi yang dikombinasikan dengan budidaya perikanan.
NGUYEN LE
Sumber






Komentar (0)