Menurut TechSpot , NVIDIA dan AMD mempercepat produksi dan pengiriman kartu grafis generasi terbaru mereka untuk menghindari tarif yang dapat menaikkan harga hingga 40%.
NVIDIA dan AMD bergegas menimbun kartu grafis di tengah kekhawatiran atas tarif baru.
FOTO: TANGKAPAN LAYAR DARI TECHSPOT
Dua produsen kartu grafis besar menyatakan keprihatinan mereka terhadap tarif baru tersebut.
Pemerintahan AS yang baru diperkirakan akan memberlakukan tarif baru berkisar antara 10% hingga 20% pada barang impor, dengan barang-barang dari China menghadapi tarif setinggi 60%. Tujuan kebijakan ini adalah untuk mendorong produksi dalam negeri.
Meskipun prosesor NVIDIA dan AMD diproduksi oleh TSMC dan Samsung, perakitan dan pengemasan kartu grafis biasanya dilakukan di Tiongkok. Mitra AIB seperti Asus, MSI, Gigabyte, dan Zotac juga merakit produk mereka terutama di negara tersebut. Oleh karena itu, NVIDIA dan AMD berupaya untuk memasukkan kartu grafis mereka ke pasar AS sebelum 20 Januari, tanggal yang diperkirakan akan diberlakukannya tarif baru.
Secara spesifik, NVIDIA diperkirakan akan meluncurkan seri RTX 5000 di CES 2025 pada awal Januari di AS, sementara AMD juga akan mengumumkan seri Radeon 9000. Jika mereka tidak dapat menghindari tarif, harga jual kartu-kartu ini akan meningkat secara signifikan. Misalnya, harga RTX 5090 bisa naik dari $1.799 menjadi lebih dari $2.500.
Tidak hanya kartu grafis, tetapi banyak produk teknologi lainnya seperti laptop, telepon, dan monitor juga dapat mengalami kenaikan harga yang signifikan akibat kebijakan tarif baru. Asosiasi Teknologi Konsumen (CTA) di AS memperkirakan harga laptop dapat naik hingga 45%, telepon sebesar 25,8%, monitor sebesar 31,2%, dan konsol game sebesar 40%.
Sumber: https://thanhnien.vn/nvidia-va-amd-gap-rut-du-tru-card-do-hoa-185241228091523814.htm






Komentar (0)