
Bapak Chau Pi, yang nama aslinya adalah Nguyen Thanh Tai (57 tahun, tinggal di dusun Ta Lot, komune Nui Cam, provinsi An Giang), memiliki pengalaman hampir 30 tahun dalam pacuan banteng. Profesi ini telah diwariskan dari ayahnya kepadanya dan sekarang kepada putranya.

Meraih penghargaan besar selama bertahun-tahun membutuhkan banyak usaha darinya, mulai dari memilih sapi jantan hingga merawat dan melatihnya untuk kompetisi. Ia membeli sapi jantan dari Kamboja dengan harga mulai dari puluhan juta hingga lebih dari 100 juta dong.


Menurut pengalaman Bapak Chau Pi, banteng pacuan haruslah banteng jantan yang dikebiri, tidak terlalu gemuk dan tidak terlalu kurus, dengan telinga kecil, dada tidak terkulai, dan rambut di kepala yang bergelombang untuk membuktikan bahwa mereka cerdas dan patuh kepada pemiliknya. Kedua banteng tersebut mungkin tidak memiliki postur tubuh yang sama, tetapi panjang kakinya harus sama.



Sekitar dua bulan sebelum perlombaan, banteng-banteng tersebut membutuhkan perawatan dan pelatihan yang teliti. Selain makanan utama mereka berupa rumput muda, banteng-banteng tersebut juga diberi makan bubur nasi, dedak, air kelapa yang dicampur dengan telur ayam, dan susu segar.



"Merawat banteng pacu itu seperti merawat bayi yang baru lahir. Joki banteng tidak hanya harus merawatnya dengan teliti, tetapi juga harus dekat dengan mereka selama pelatihan. Hal ini memungkinkan joki dan banteng untuk saling memahami, menciptakan rasa aman ketika mereka melangkah ke lintasan pacu," ujar Bapak Chau Pi.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/ong-hoang-dua-bo-vung-bay-nui-post831788.html






Komentar (0)