Cuplikan episode ke-5 drama "A Father's Gift" baru saja dirilis, membuat para penonton merasa sedih dengan penderitaan tokoh protagonis pria.
Oleh karena itu, acara makan malam peringatan untuk ibu mereka berubah menjadi "pertempuran" antara ketiga bersaudara Nghia (Tuan Tu), Thao (Ngoc Huyen), dan Hieu (Duy Khanh) hanya karena dua kakak tertua mengetahui bahwa adik bungsu mereka telah membeli mobil dengan uang yang diberikan kepadanya oleh Tuan Nhan (Seniman Berprestasi Vo Hoai Nam).
Perdebatan itu cukup sengit, dengan kedua anak yang lebih tua secara bergantian menuduh Tuan Nhan melakukan pilih kasih dan tidak memberikan perhatian yang sama kepada mereka seperti kepada anak bungsu.
Dalam episode 5 serial "Hadiah Seorang Ayah," Thảo menangis sambil menegur ayahnya.
Thao, sambil menangis, mencurahkan semua kekesalan dan celaannya kepada ayahnya yang sudah tua: "Ketika aku masih kecil, aku suka bermain boneka, tetapi aku tidak punya boneka. Aku selalu harus berbagi mobil mainan dengan Hieu. Ayah, kau tidak tahu apa impianku, menjadi seorang putri, mengenakan gaun-gaun terindah. Tetapi bagaimana aku bisa menjadi seorang putri ketika kau selalu menyuruhku memotong rambutku, selalu menjaganya tetap rapi dan bersih?"
Cuplikan episode 5 dari serial "Hadiah Seorang Ayah".
Yang lebih mengejutkan lagi, mahasiswi konservatori musik itu dengan jujur menyatakan bahwa ia merasa sakit hati dengan profesi ayahnya: "Tidak ada yang mau bermain musik denganku di kelas. Karena tidak ada yang mau bermain dengan anak dari seorang pria yang membuat peti mati dan mengambil jenazah! Jadi aku bertekad untuk menjadi penyanyi, menjadi terkenal, bersinar agar tidak ada lagi yang memandang rendahku."
Meskipun disalahkan atas konflik keluarga, Hieu tidak berhenti menyalahkan kakak-kakaknya. Putra bungsu itu curhat kepada tetangganya: "Akan lebih baik jika Pak Nghia dan Ibu Thao tidak pulang tahun ini. Aku belum pernah mengalami hari jadi ibu yang begitu menyedihkan seperti tahun ini! Dan mengapa aku begitu sial! Aku baru saja membeli mobil lalu mengalami kecelakaan, dan sekarang keluargaku juga sedang dalam kekacauan."
Pak Nhan dimarahi oleh tetangganya di episode 5 serial "A Father's Gift".
Adapun Tuan Nhan, setelah pertengkaran anak-anaknya, ia memutuskan untuk pergi ke kota mengunjungi Nghia. Sebelum berangkat, ia meminta tetangganya, wanita yang menjual persembahan kertas, untuk menjaga rumahnya, tetapi wanita itu mengeluh:
"Aku sudah muak dengan anak-anakmu. Mereka sudah dewasa sekarang, tetapi selalu bertengkar dan tidak pernah belajar dari kesalahan mereka."
Menghadapi celaan tetangganya, Tuan Nhan hanya bisa menghibur diri dengan berpikir, "Yah, bahkan sumpit pun terkadang berbenturan."
Namun, ia tidak hanya dikritik oleh putrinya dan digosipkan oleh tetangganya, tetapi ketika ia pergi ke kota untuk mengunjungi putra sulungnya, Tuan Nhan juga merasa sedih menyaksikan Nghia dihina oleh ibu mertuanya.
Tepatnya, begitu Ibu Thuy (Seniman Rakyat Minh Hoa) memasuki rumah, ia mendapati menantunya sedang memakan daging anjing. Dengan kepribadiannya yang eksentrik, impulsif, dan rasa jijiknya terhadap menantunya, Ibu Thuy berteriak:
"Ya Tuhan, daging anjing! Anjing adalah sahabat terbaik manusia, namun mereka memakannya. Itu sangat kejam dan biadab. Oh, Quyen, melihat sepiring daging anjing ini mengingatkan saya pada Dollar, yang ditangkap, dibunuh, dan dimakan oleh orang-orang itu. Orang-orang yang tidak berperasaan! Memakan daging anjing akan mendatangkan pembalasan; di kehidupan selanjutnya, kau akan terlahir kembali sebagai anjing."
Pak Nhan merasa bingung melihat putranya dihina oleh ibu mertuanya di episode 5 serial "A Father's Gift".
Tidak hanya itu, ia juga menuntut agar Nghia segera membuang piring berisi daging anjing tersebut. Bapak Nhan, yang sedang keluar dari kamar mandi, menyaksikan kejadian ini dan sangat malu. Ia segera mengambil alih semua kesalahan agar anaknya tidak dimarahi oleh ibu mertuanya.
Episode 5 dari serial "Hadiah Seorang Ayah" akan tayang pada malam tanggal 25 Juli 2023.
An Nguyen
Bermanfaat
Emosi
Kreatif
Unik
Kemarahan
Sumber









Komentar (0)