
Menurut The New York Post , ini adalah "masalah jarak satuan pada bidang datar" yang diajukan oleh Paul Erdős, seorang matematikawan Hungaria, pada tahun 1946.
Permasalahannya adalah sebagai berikut: Jika Anda secara acak menandai sejumlah titik pada selembar kertas, berapa jumlah maksimum pasangan titik yang memiliki jarak yang sama?
Sebuah pertanyaan yang tampaknya sederhana telah menantang para matematikawan sejak tahun 1946 dan telah menjadi salah satu masalah paling terkenal dalam geometri kombinatorial.
Pada saat itu, Erdős mengajukan hipotesis bahwa jumlah pasangan poin ini akan tumbuh dengan laju yang sedikit lebih cepat daripada jumlah total poin yang diberikan.
Selama hampir 80 tahun, para matematikawan terus menerus mencoba membuktikan atau menyangkal hipotesis yang terkait dengan masalah ini, tetapi tanpa hasil yang jelas. Solusi terbaik yang pernah ditemukan adalah dengan menyusun titik-titik tersebut ke dalam kisi persegi.
Namun, model AI OpenAI menemukan solusi yang sama sekali berbeda dengan mengandalkan cabang matematika yang berbeda untuk menemukan sekelompok konfigurasi yang melampaui keterbatasan hipotesis asli Erdős.
Terobosan ini tidak hanya membantah hipotesis matematika yang telah lama ada, tetapi juga mengusulkan metode pengurutan yang sepenuhnya baru.
OpenAI menyatakan bahwa perhitungan dilakukan oleh model inferensi tujuan umum yang mampu secara otomatis memecah masalah kompleks menjadi langkah-langkah yang lebih kecil, bukan oleh alat yang secara khusus dilatih untuk matematika.
Karya OpenAI telah diakui secara resmi oleh para matematikawan, termasuk Thomas Bloom, matematikawan yang bertanggung jawab atas situs web yang memuat masalah Erdős dan yang sebelumnya merupakan kritikus keras terhadap klaim OpenAI tentang masalah Erdős.
Kali ini, ia mengakui bahwa sistem AI mencapai hasil yang luar biasa dengan "terus berupaya mengejar pendekatan yang mudah diabaikan oleh manusia, karena dianggap tidak layak untuk dieksplorasi."
Namun, pakar ini juga mencatat peran manusia: Meskipun bukti awal yang diberikan oleh AI sepenuhnya valid, bukti tersebut telah ditingkatkan secara signifikan oleh para peneliti di OpenAI dan banyak matematikawan lainnya. Manusia masih memainkan peran penting dalam mendiskusikan, menyerap, dan menyempurnakan bukti ini, serta mengeksplorasi implikasinya.
Sumber: https://baodanang.vn/openai-dat-buoc-dot-pha-khi-giai-bai-toan-80-nam-tuoi-3337673.html








Komentar (0)