Demam adalah salah satu gejala yang membuat banyak orang tua khawatir ketika anak-anak mereka memasuki fase tumbuh gigi. Banyak yang percaya bahwa semua demam yang terjadi pada saat ini disebabkan oleh tumbuh gigi. Namun, para ahli pediatri memperingatkan bahwa demam akibat tumbuh gigi dan demam yang disebabkan oleh penyakit memiliki perbedaan yang jelas yang perlu dikenali orang tua agar dapat merawat anak-anak mereka dengan benar.
Apakah tumbuh gigi benar-benar menyebabkan demam?
Menurut Mayo Clinic, tumbuh gigi adalah tonggak perkembangan normal bagi bayi, biasanya dimulai sekitar usia 6 bulan. Selama proses tumbuhnya gigi melalui gusi, bayi mungkin mengalami ketidaknyamanan, rewel, atau tidur gelisah.
Tumbuh gigi dapat menyebabkan sedikit peningkatan suhu tubuh anak karena peradangan pada gusi. Namun, saat ini belum ada bukti yang menunjukkan bahwa tumbuh gigi menyebabkan demam tinggi. Anak-anak mungkin merasa sedikit hangat, tetapi suhu tubuh mereka biasanya tidak melebihi 38 derajat Celcius.
Oleh karena itu, jika seorang anak mengalami demam 38 derajat Celcius atau lebih tinggi, orang tua tidak boleh langsung berasumsi bahwa itu disebabkan oleh tumbuh gigi, tetapi harus memantau tanda-tanda tidak biasa lainnya.
Selain demam ringan, anak-anak sering menunjukkan beberapa gejala khas ketika gigi akan tumbuh, seperti:
- Air liur berlebihan
- Suka menggigit atau mengunyah benda.
- Gusi bengkak, merah, dan sensitif.
- Menangis dan lebih mudah tersinggung dari biasanya.
- Proses makan sedikit kurang efisien karena gusi terasa sakit.
- Suhu tubuh sedikit meningkat tetapi biasanya di bawah 38 derajat Celcius.
Gejala-gejala ini biasanya muncul beberapa hari sebelum gigi tumbuh dan berangsur-angsur mereda setelah gigi muncul.
![]() |
Bayi yang sedang tumbuh gigi mungkin mengalami demam ringan, biasanya tidak melebihi 38 derajat Celcius. Foto: Shutterstock. Mungkin Anda juga suka |
Cara mengidentifikasi demam biasa yang disebabkan oleh suatu penyakit.
Berbeda dengan demam akibat tumbuh gigi, demam biasa biasanya merupakan reaksi tubuh terhadap infeksi virus atau bakteri atau penyakit lainnya. Penyebab paling umum adalah infeksi virus seperti pilek, flu, demam virus, penyakit tangan, kaki dan mulut, demam berdarah, atau ruam virus. Selain itu, anak-anak juga dapat mengalami demam karena infeksi bakteri pada saluran pernapasan, telinga, hidung dan tenggorokan, sistem pencernaan, atau saluran kemih.
Anak-anak yang demam karena sakit biasanya memiliki suhu 38 derajat Celcius atau lebih tinggi dan menunjukkan banyak gejala lain seperti:
- Batuk atau pilek
- Sakit tenggorokan
- Diare atau muntah
- Lelah, lesu
- Penolakan yang signifikan untuk menyusui atau makan.
- Kesulitan tidur, rasa kantuk yang berlebihan.
Dalam banyak kasus, demam dapat berlangsung dari beberapa hari hingga seminggu tergantung pada penyebabnya. Orang tua harus memberikan perhatian khusus jika anak mereka mengalami demam tinggi yang terus-menerus disertai ruam, kesulitan bernapas, muntah yang sering, atau lesu, karena ini bisa menjadi tanda-tanda infeksi serius yang membutuhkan perhatian medis segera.
Mengapa orang tua begitu rentan melakukan kesalahan?
Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), gigi pertama biasanya tumbuh antara usia 4 dan 7 bulan, periode di mana bayi lebih rentan terhadap infeksi ringan seperti pilek, infeksi telinga, atau penyakit umum lainnya yang dapat menyebabkan demam.
Sekitar usia 6 bulan, kekebalan alami yang diterima bayi dari ibu mereka saat lahir mulai melemah, membuat mereka lebih rentan terhadap virus dan bakteri. Pada saat yang sama, rasa ingin tahu mereka meningkat secara signifikan.
Anak-anak sering kali memiliki kebiasaan memasukkan tangan atau berbagai benda ke dalam mulut mereka untuk digigit dan dikunyah guna meredakan rasa tidak nyaman pada gusi mereka. Hal ini secara tidak sengaja meningkatkan risiko terpapar kuman dan dapat menyebabkan demam akibat infeksi.
Selain itu, proses tumbuh gigi berlangsung selama bertahun-tahun di masa kanak-kanak. Sebagian besar anak hanya memiliki 20 gigi susu lengkap sekitar usia 3 tahun. Oleh karena itu, jika anak yang lebih besar atau balita mengalami demam di malam hari atau kapan pun selama periode tumbuh gigi, penyebabnya kemungkinan besar adalah kondisi medis lain, bukan karena gigi yang sedang tumbuh.
Sumber: https://znews.vn/phan-biet-sot-thong-thuong-va-sot-moc-rang-post1662636.html









