Menurut Badan Meteorologi Prancis, ini adalah gelombang panas yang luar biasa intens, berkepanjangan, dan terjadi lebih awal dari biasanya. Menanggapi kondisi cuaca ekstrem ini, pihak berwenang Prancis telah menerapkan serangkaian langkah darurat.
Lebih dari 1.300 sekolah terpaksa tutup atau menyesuaikan jadwal mereka. Objek wisata populer di Paris, seperti Menara Eiffel dan Museum Louvre, juga mengumumkan penutupan lebih awal. Banyak layanan kereta api terganggu karena kerusakan infrastruktur yang disebabkan oleh panas ekstrem. Pemerintah setempat telah membuka pusat pendingin umum tambahan dan meningkatkan dukungan untuk para lansia, tunawisma, dan kelompok rentan lainnya.

Gelombang panas yang berkepanjangan juga meningkatkan risiko kebakaran hutan, polusi udara, dan kecelakaan yang berkaitan dengan aktivitas luar ruangan. Prancis telah mencatat puluhan kematian akibat tenggelam karena banyak orang mencari perlindungan dari panas di sungai dan danau dalam beberapa hari terakhir.
Menurut prakiraan, gelombang panas saat ini bisa berlangsung setidaknya hingga akhir pekan lalu sebelum suhu berangsur-angsur menurun.
RG
Sumber: https://baoangiang.com.vn/phap-trai-qua-dot-nang-nong-lich-su-a490119.html










