Para ilmuwan di Universitas Oxford baru saja menerbitkan penemuan terobosan yang menumbangkan teori-teori sebelumnya tentang asal usul air di Bumi. Penelitian baru ini diterbitkan dalam jurnal Icarus pada tanggal 16 April.
Sebelumnya, para ilmuwan percaya bahwa air di Bumi berasal dari tabrakan asteroid dengan permukaan Bumi. Namun, penelitian baru menunjukkan bahwa material yang awalnya membentuk planet kita mengandung hidrogen jauh lebih banyak daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Tim peneliti menganalisis jenis meteorit tertentu yang disebut enstatit kondrit, yang memiliki komposisi mirip dengan Bumi purba (4,55 miliar tahun yang lalu). Mereka menemukan sumber hidrogen yang sangat penting, komponen esensial dalam pembentukan molekul air.
Hebatnya, para ilmuwan telah menunjukkan bahwa hidrogen dalam sampel ini adalah asli, bukan karena kontaminasi eksternal. Temuan ini menunjukkan bahwa materi yang membentuk Bumi pada awalnya jauh lebih kaya akan hidrogen daripada yang diyakini sebelumnya.
Tim peneliti menganalisis meteorit LAR 12252, yang ditemukan di lepas pantai Antartika, menggunakan spektroskopi struktur penyerapan sinar-X mendekati ambang batas (XANES) di Diamond Light Source Centre di Harwell, Oxfordshire.
Mereka menemukan bahwa struktur seperti matriks pada meteorit tersebut mengandung lima kali lebih banyak hidrogen sulfida daripada bagian yang tidak kristalin.
Tom Barrett, seorang mahasiswa PhD di Departemen Ilmu Bumi di Universitas Oxford dan peneliti utama, berbagi: "Kami sangat gembira ketika analisis menunjukkan sampel tersebut mengandung hidrogen sulfida – tetapi bukan di tempat yang kami duga! Karena kemungkinan hidrogen sulfida ini berasal dari kontaminasi di Bumi sangat rendah, penelitian ini memberikan bukti penting yang mendukung teori bahwa air di Bumi adalah hasil alami dari pembentukan planet ini."
Profesor James Bryson, salah satu penulis studi tersebut, menekankan: "Pertanyaan mendasar bagi para ilmuwan planet adalah bagaimana Bumi mendapatkan penampilannya saat ini. Sekarang kita percaya bahwa materi penyusun planet kita jauh lebih kaya akan hidrogen daripada yang kita duga sebelumnya. Temuan ini mendukung gagasan bahwa pembentukan air di Bumi adalah proses alami, bukan hasil dari tabrakan acak asteroid pembawa air setelah Bumi terbentuk."
Penelitian ini telah membuka babak baru dalam pemahaman kita tentang asal usul air di Bumi dan memiliki implikasi yang sangat besar untuk memahami pembentukan planet-planet yang berpotensi layak huni di alam semesta.
Sumber: https://www.vietnamplus.vn/phat-hien-dot-pha-ve-nguon-ngoc-nuoc-tren-trai-dat-post1033246.vnp






Komentar (0)