
Pagi harinya, sekitar pukul 3 pagi, Bapak Dieu Khanh (30 tahun, tinggal di desa Son Lang, komune Tho Son) sedang tidur di rumahnya ketika ia mendengar suara dari halaman. Setelah memeriksa, ia menemukan seekor hewan aneh yang menyerupai trenggiling merayap di halamannya.
Setelah diamati lebih dekat, Bapak Khanh memastikan bahwa itu adalah trenggiling hidup. Menyadari bahwa ini adalah hewan liar yang langka dan dilindungi, ia segera membawa trenggiling tersebut ke Kantor Polisi Komune Tho Son untuk melaporkan kejadian tersebut dan menyerahkannya kepada pihak berwenang untuk ditangani sesuai peraturan.
Setelah menerima hewan tersebut, kepolisian komune Tho Son berkoordinasi dengan Dinas Perlindungan Hutan Wilayah VII untuk memeriksa dan memverifikasi spesiesnya. Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa trenggiling tersebut memiliki berat sekitar 3 kg, dalam kondisi kesehatan yang baik, tidak menunjukkan tanda-tanda cedera, dan memiliki mobilitas normal.
Hasil penelitian mengkonfirmasi bahwa itu adalah trenggiling Jawa (nama ilmiah Manis javanica), yang termasuk dalam kelompok IB dalam daftar hewan hutan langka dan terancam punah yang diprioritaskan untuk dilindungi di Vietnam. Kelompok hewan ini terancam punah, dan eksploitasi, perburuan, pengangkutan, penangkaran, serta penggunaan komersialnya dilarang keras.
Saat ini, kepolisian komune Tho Son dan unit terkait sedang menyelesaikan dokumen untuk menyerahkan trenggiling tersebut kepada Dewan Pengelola Taman Nasional Bu Gia Map untuk diterima, dirawat, dan prosedur yang diperlukan untuk melepaskannya kembali ke lingkungan alaminya sesuai peraturan.
Penyerahan hewan liar langka secara proaktif kepada pihak berwenang oleh masyarakat tidak hanya berkontribusi pada perlindungan spesies yang terancam punah, tetapi juga menunjukkan kesadaran dan tanggung jawab masyarakat dalam konservasi keanekaragaman hayati dan perlindungan sumber daya hutan.
Sumber: https://baotintuc.vn/xa-hoi/phat-hien-te-te-java-quy-hiem-bo-vao-san-nha-dan-20260608160450584.htm







