
Oleh karena itu, para peneliti mengekstrak protein dari bahan limbah ini, membentuk serat amiloid, dan kemudian menggabungkannya dengan kalium hidroksida untuk menciptakan partikel berpori dengan diameter 0,5-1 cm. Partikel-partikel ini bertindak seperti spons, menyerap CO2 dari udara. Uji coba menunjukkan bahwa 1 gram bahan tersebut dapat menangkap 97 mg CO2, 10%-50% lebih tinggi daripada teknologi tradisional. Yang menarik, proses pelepasan CO2 yang ditangkap hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit pada suhu ruangan, tanpa memerlukan suhu tinggi atau tekanan negatif.
Menurut Science Daily, penemuan ini membuka jalan baru untuk menghilangkan gas rumah kaca dengan efisiensi tinggi dan biaya energi yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan teknologi yang ada saat ini.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/phe-pham-thuc-pham-giup-thu-giu-khi-co2-post857189.html






