Pasar dibuka saat fajar, sementara kabut masih menyelimuti malam. Orang-orang membawa topi dan perlengkapan mereka, berkumpul untuk menciptakan suasana perdagangan yang ramai namun sederhana. Topi-topi berbentuk kerucut ini—hasil kerja keras tangan-tangan yang bekerja hingga larut malam dan bangun pagi-pagi sekali—bukan hanya produk, tetapi juga kisah tentang desa kerajinan yang tangguh dan telah bertahan sepanjang waktu.
Pasar malam hingga dini hari itu secara gamblang mencerminkan gaya hidup petani Vietnam: pekerja keras, penuh akal, dan memanfaatkan setiap momen untuk mencari nafkah sambil tetap melestarikan kerajinan leluhur mereka. Di bawah rumah komunal kuno, di tengah cahaya yang berkelap-kelip dan tawa riuh, pasar topi bukan hanya tempat jual beli, tetapi juga ruang budaya yang khas di mana tradisi diwariskan dari generasi ke generasi.
![]() |
| Pasar topi diadakan pada tanggal 4, 10, 14, 20, 24, dan 30 bulan lunar, dari pukul 4 hingga 8 pagi. |
![]() |
| Pasar menyediakan bahan-bahan untuk membuat topi kerucut seperti potongan bambu, pinggiran topi, daun palem, benang nilon, dan lain sebagainya. |
![]() |
| Berbagai macam topi jadi tersedia untuk dijual. |
![]() |
| Di bawah atap rumah komunal kuno itu, suasananya ramai dan penuh dengan kegiatan perdagangan. |
![]() |
| Harga setiap topi berkisar antara 20.000 hingga 150.000 VND, tergantung pada kualitas dan kuantitasnya. |
![]() |
| Para wisatawan dapat menikmati proses pembuatan sulaman topi secara manual. |
![]() |
| Ritme kehidupan yang sederhana dan ramai itu mencerminkan dengan sempurna vitalitas abadi desa kerajinan ini, yang telah berusia lebih dari 300 tahun. |
Sumber: https://www.qdnd.vn/van-hoa/doi-song/phien-cho-di-qua-mien-toi-sang-1038878















