
Tindakan Nguyen Quynh Khoi yang merusak pagar pelindung jembatan penyeberangan di atas Sungai Saigon menyebabkan kerugian melebihi 30 juta VND - Foto: Kepolisian Kota Ho Chi Minh.
Tantangannya adalah menganalisis hak dan kepentingan sah lainnya dari Negara dan sektor swasta yang dilanggar oleh perilaku ini, agar dapat mengambil tindakan yang tepat dan bersifat jera.
Selain itu, penting untuk memahami akar penyebab dan asal-usul perilaku yang tampaknya aneh ini agar dapat mengambil langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan.
Grafiti merupakan masalah di banyak tempat di seluruh dunia . Hukum di berbagai negara menganggap ini sebagai tindakan yang mengganggu ketertiban sosial, dan hukuman dijatuhkan kepada mereka yang melakukannya, dengan mempertimbangkan kekhususan setiap kasus.
Jika tindakan vandalisme menyebabkan kerusakan, penurunan kualitas, atau kerusakan yang tidak sedap dipandang pada properti negara atau swasta, pelaku dapat dimintai pertanggungjawaban pidana atas vandalisme dan juga akan bertanggung jawab atas semua biaya untuk mengembalikan kondisi semula dan memperbaiki kerusakan.
Dalam kasus di mana tindakan vandalisme melibatkan masuk tanpa izin ke ruang pribadi atau publik dengan akses terbatas tanpa persetujuan pemilik atau pengelola sah properti tersebut, pelaku akan dituntut secara terpisah atas tindakan tersebut.
Tergantung pada tingkat keparahan pelanggaran tersebut, tindakan dapat diambil secara perdata, pidana, atau keduanya.
Jika tindakan tersebut melibatkan penggunaan atau eksploitasi informasi atau gambar pribadi orang lain tanpa izin, pelaku dapat dimintai pertanggungjawaban karena melanggar hak privasi.
Setiap tindakan yang melanggar kehormatan, martabat, atau reputasi orang lain akan menjadi dasar untuk menentukan tanggung jawab atas ganti rugi atas kerugian materiil dan emosional yang disebabkan oleh tindakan tersebut.
Tindakan menyalin karya orang lain secara ilegal harus dianggap sebagai pelanggaran hak kekayaan intelektual dan ditangani sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Dalam kasus di mana suatu tindakan menghasut kebencian, kekerasan, atau rasisme, pelaku dapat didakwa dan dituntut berdasarkan pelanggaran yang sesuai.
Yang terpenting, pihak berwenang di berbagai negara sangat prihatin tentang bagaimana mencegah grafiti, dan secara umum, mencegah perilaku menyimpang di tempat umum. Salah satu langkah utama adalah mendidik masyarakat.
Sejak usia dini, setiap individu harus diajarkan untuk menghormati lingkungan dan kebersihan tempat umum; grafiti, meludah, buang air besar, dan membuang sampah sembarangan di tempat umum tidak hanya harus dianggap sebagai pelanggaran hukum, tetapi juga tindakan tidak bermoral.
Setiap individu juga harus berpendidikan baik agar memiliki rasa hormat terhadap hak milik dan privasi; mereka harus memahami bahwa hak-hak ini sakral dan bahwa penghormatan terhadapnya merupakan syarat mendasar untuk membangun masyarakat yang tertib, beradab, dan sejahtera bagi semua.
Sumber: https://tuoitre.vn/phong-ngua-va-xu-ly-nan-ve-bay-100260625091554029.htm







