Terletak jauh di dalam wilayah dataran tinggi, Lung Van (sekarang komune Van Son, provinsi Phu Tho ) adalah destinasi yang memikat bagi mereka yang mencari keindahan dan ketenangan yang masih alami. Pada ketinggian lebih dari 1.200 meter di atas permukaan laut, tempat ini dikelilingi oleh pegunungan Po, Trau, dan Tien, menciptakan lembah yang selalu diselimuti kabut.
Perjalanan untuk menaklukkan puncak tertinggi di wilayah Muong Bi.
Jalan menuju Lung Van merupakan tantangan nyata bagi para pelancong yang gemar berpetualang. Pengunjung harus menaklukkan bentangan lereng curam sepanjang 20 km, sebuah perjalanan yang berbahaya namun mengasyikkan. Namun, imbalan dari perjalanan ini adalah pemandangan alam yang menakjubkan, yang dikenal sebagai "atap Muong Bi" atau lembah awan.

Di sini, keindahan sawah bertingkat yang masih alami tidak kalah menakjubkannya dengan di Sa Pa . Awan putih yang lembut melayang mendekat ke desa-desa, menciptakan perasaan seolah Anda bisa menjangkau dan menyentuh langit. Di pagi hari yang cerah, memandang dari Mun Pass, seluruh lembah tampak magis, menghilangkan semua kelelahan perjalanan panjang.
Misteri kerajaan panjang umur dan budaya Muong kuno.
Lung Van juga dikenal sebagai "lembah panjang umur" karena banyaknya warga berusia seratus tahun yang masih memiliki kesehatan mental dan kewaspadaan tinggi. Menurut legenda setempat, tanah ini dikaitkan dengan banjir besar dan kisah sepasang suami istri yang merintis kehidupan di pegunungan dan hutan, mendirikan Muong Bi.
Nilai-nilai budaya kuno masih terjaga utuh melalui rumah-rumah panggung tradisional beratap berbentuk tempurung kura-kura, kostum brokat yang indah, dan ritual perdukunan Muong yang unik. Pengunjung dapat mendengarkan para tetua menceritakan kisah epik "Penciptaan Daratan dan Air," dan merasakan kedamaian serta ketenangan hidup masyarakat di sini.

Kuliner juga merupakan daya tarik yang tak terlupakan, menampilkan hidangan tradisional Muong. Produk khasnya meliputi beras "Chua Muong" yang harum dan lengket, jeruk mandarin Nam Son yang berair dan berkulit tipis, serta berbagai sayuran liar dan rebung dari pegunungan.
Rasakan pengalaman wisata komunitas dan pemandangan yang menakjubkan.
Komune Van Son saat ini sedang mengalami transformasi besar dengan model pariwisata berbasis komunitasnya. Di dusun Chien dan Buong, banyak keluarga telah merenovasi rumah panggung mereka menjadi homestay sambil tetap melestarikan esensi tradisionalnya. Wisatawan dapat merasakan kehidupan lokal dengan berbagi masakan Muong, menumbuk kue beras, atau pergi ke ladang untuk memanen rebung.

Selain itu, lembah ini memiliki landmark terkenal seperti Air Terjun Bulan, Gua Nam Son dengan danau hijau zamrud dan formasi stalaktit yang berkilauan. Gugusan pohon kayu besi berusia 11 ribu tahun di dusun Bo Tram juga merupakan tempat yang wajib dikunjungi bagi pecinta alam.

Informasi praktis untuk wisatawan
- Waktu terbaik untuk berkunjung: Mulai setelah Tahun Baru Imlek hingga April (kalender lunar) adalah musim ideal untuk berburu awan.
- Pasar mingguan: Diadakan setiap hari Selasa dan Minggu, tempat dijual hasil bumi lokal seperti jeruk mandarin kuno, rebung, dan bawang putih ungu.
- Iklim: Menyenangkan dan sejuk sepanjang tahun, tetapi selimut tebal tetap dibutuhkan di malam hari selama musim panas.
- Fitur akomodasi: Penginapan rumah panggung tradisional di Dusun Chien dan Dusun Buong.

Dengan fokus pada pembangunan berkelanjutan, Van Son berupaya menjadi mata rantai penting dalam segitiga pariwisata Van Son - Mai Chau - Pu Luong, menawarkan pengalaman budaya Muong yang otentik di tengah hutan luas di Vietnam Barat Laut.
Sumber: https://baodanang.vn/phu-tho-kham-pha-lung-van-thung-lung-may-phu-quanh-nam-3317345.html










