Pada malam 29 Februari, Goal Italia melaporkan bahwa Paul Pogba akan dilarang bermain di seluruh dunia selama 4 tahun ke depan. Hal ini tampaknya menjadi akhir karier mantan gelandang Man Utd tersebut, mengingat usianya yang menginjak 31 tahun.
Sebelumnya, pada September 2023, sampel acak Pogba dalam pertandingan antara Juventus dan Udinese diketahui memiliki kadar testosteron yang sangat tinggi. Sampel kedua Pogba pada Oktober juga dinyatakan positif doping.
Pogba dilarang bermain untuk waktu yang lama.
Berdasarkan aturan anti-doping, setiap pemain yang hasil tesnya positif menggunakan zat terlarang akan dilarang berkompetisi selama empat tahun. Hukuman tersebut hanya akan dikurangi jika orang yang menerima hukuman dapat membuktikan bahwa mereka tidak menggunakan doping.
Kasus Andre Onana, penjaga gawang Man Utd, adalah contohnya. Saat bermain untuk Ajax, Onana dinyatakan positif doping. Namun, pemain asal Kamerun itu membuktikan bahwa ia secara tidak sengaja mengonsumsi obat terlarang milik istrinya dan hanya dijatuhi hukuman larangan bertanding selama satu tahun.
Sedangkan untuk Juventus, klub asal Turin tersebut kemungkinan akan memutus kontrak Pogba karena sang pemain tidak akan bisa bermain selama bertahun-tahun mendatang. Saat ini, kontrak antara mantan gelandang MU dan "Si Nyonya Tua" tersebut berlaku hingga musim panas 2026.
Setelah meninggalkan Man Utd, Pogba terus-menerus mengalami "nasib buruk". Karier pemain kelahiran 1993 ini menurun akibat cedera beruntun dan berujung pada ketahuan menggunakan zat terlarang dalam olahraga . Sejauh ini, Pogba baru bermain 8 pertandingan dalam kembalinya yang kedua ke Juventus.
Sebelum menerima hukuman tersebut, Pogba diskors. Juventus pun langsung menurunkan gaji sang pemain dari 10 juta euro per tahun menjadi 42.000 euro per tahun.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)