![]() |
Menurut unggahan media sosial dari Komando Pusat AS, serangan yang diperintahkan oleh Presiden Donald Trump dimulai pukul 17.00 (Waktu Bagian Timur) dan merupakan "tanggapan atas jatuhnya helikopter Apache Angkatan Darat AS kemarin." Pengumuman tersebut menggambarkan serangan udara sebagai "serangan untuk membela diri." Luas dan intensitas serangan AS masih belum jelas.
Dalam sebuah pernyataan di media sosial, Komando Pusat AS menggambarkan serangan udara tersebut sebagai "tanggapan yang proporsional terhadap agresi Iran yang tidak beralasan."
Sementara itu, media Iran melaporkan pada pagi hari tanggal 10 Juni bahwa ledakan telah terdengar di selatan negara itu saat AS melancarkan serangannya. Kantor berita semi-resmi Iran, Mehr, mengutip penduduk setempat yang mengatakan mereka mendengar "beberapa ledakan di daerah tersebut" di kota pesisir Sirik.
"Sifat pasti dari suara-suara ini masih belum dapat dipastikan, dan sejauh ini, belum ada badan militer atau penegak hukum resmi yang berkomentar tentang penyebab ledakan tersebut," lapor kantor berita Mehr.
Menurut Mehr, ledakan tersebut terdengar di Bandar Abbas dan Qeshm, dua kota yang berbatasan dengan Selat Hormuz.
Sebelumnya pada hari itu, Presiden AS Donald Trump menuduh Iran menembak jatuh helikopter militer AS saat sedang berpatroli di Selat Hormuz. Trump juga menyatakan bahwa Washington akan menanggapi insiden tersebut.
Sumber: https://znews.vn/quan-doi-my-khong-kich-iran-post1658407.html







