
Membuka pintu menuju promosi destinasi.
Pusat Promosi Pariwisata Hanoi baru saja mengumumkan rencana promosi dan pemasaran pariwisatanya untuk bulan-bulan tersisa tahun 2026 dan orientasinya untuk tahun 2027, yang menampilkan banyak kegiatan berskala besar. Salah satu poin penting adalah kombinasi acara budaya dan pariwisata langsung dengan kegiatan komunikasi media digital untuk menciptakan dampak luas pada citra ibu kota.
Sesuai rencana, mulai sekarang hingga akhir tahun 2026, Hanoi akan menyelenggarakan serangkaian acara seperti Festival Teratai Hanoi, Festival Minuman Hanoi, Festival Musim Gugur Hanoi, Festival Pariwisata Ao Dai Hanoi, bersama dengan banyak program promosi di pasar internasional utama. Ini bukan hanya kesempatan untuk memperkenalkan produk pariwisata yang unik tetapi juga berkontribusi pada promosi luas nilai-nilai budaya, sejarah, kerajinan tradisional, dan kuliner ibu kota.
Dalam konteks perubahan perilaku perjalanan yang terus-menerus, lingkungan digital menjadi gerbang pilihan bagi wisatawan untuk mempelajari suatu destinasi. Menyadari hal ini, industri pariwisata Hanoi telah menetapkan bahwa transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan sebuah kebutuhan.
Salah satu poin penting dari strategi baru ini adalah peluncuran situs web promosi pariwisata yang terintegrasi dengan asisten virtual cerdas, yang mampu membantu wisatawan mencari informasi, menyusun rencana perjalanan, dan mengakses layanan pariwisata dengan lebih mudah. Bersamaan dengan itu, platform media sosial, sistem data digital, dan saluran komunikasi multimedia terus dimanfaatkan untuk meningkatkan interaksi dengan wisatawan domestik dan internasional.
Selain sekadar mempromosikan citra mereka, meningkatkan komunikasi digital juga memungkinkan bisnis perjalanan, akomodasi, dan layanan pariwisata untuk menjangkau pelanggan secara lebih efektif, berkontribusi pada stimulasi permintaan dan perluasan pasar.
Menurut Nguyen Anh Tuan, Direktur Institut Ekonomi Pariwisata, Hanoi memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pariwisata cerdas terkemuka di kawasan ini berkat keunggulannya dalam warisan budaya, pasar wisata yang besar, dan momentum transformasi digital yang kuat. Model pariwisata cerdas Hanoi perlu didasarkan secara kokoh pada tiga pilar: teknologi, manusia, dan institusi.
Menciptakan ekosistem pariwisata cerdas.
Selain kegiatan promosi, Hanoi secara aktif membangun ekosistem pariwisata cerdas, yang dianggap sebagai fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan industri pariwisata di masa depan. Transformasi digital diimplementasikan secara serentak mulai dari manajemen negara hingga operasional bisnis, layanan, dan pengalaman pengunjung. Banyak destinasi, situs bersejarah, dan museum di kota ini telah menerapkan kode QR, tiket elektronik, peta digital, dan panduan audio otomatis multibahasa, yang berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan dan kenyamanan bagi pengunjung.
Menurut Nguyen Tran Quang, Wakil Direktur Dinas Pariwisata Hanoi, dalam konteks transformasi digital yang kuat yang terjadi di semua bidang, industri pariwisata ibu kota telah mengidentifikasi pengembangan pariwisata cerdas sebagai arah penting untuk meningkatkan efisiensi manajemen negara, berinovasi dalam metode promosi dan periklanan, meningkatkan kualitas layanan, dan memberikan pengalaman yang semakin nyaman dan personal bagi wisatawan.
Dalam beberapa waktu terakhir, Hanoi secara bertahap menerapkan teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI), big data, realitas virtual (VR), dan realitas tertambah (AR) pada kegiatan pariwisatanya.
Dalam lanskap destinasi wisata yang kompetitif saat ini, teknologi memainkan peran yang semakin menentukan. Wisatawan tidak hanya ingin menemukan informasi dengan cepat, tetapi juga mengharapkan seluruh perjalanan, mulai dari pemesanan layanan dan pembayaran hingga menikmati pengalaman, dapat dilakukan dengan mudah secara digital. Oleh karena itu, daerah yang membangun ekosistem pariwisata cerdas yang lengkap akan memiliki keunggulan signifikan dalam menarik dan mempertahankan wisatawan.
Meskipun telah mencapai hasil positif, perjalanan digitalisasi pariwisata Hanoi masih menghadapi banyak tantangan. Tantangan tersebut meliputi fragmentasi dan kurangnya standardisasi data, serta tidak adanya mekanisme berbagi data antar entitas yang berbeda. Usaha kecil dan menengah (UKM) di industri ini terus berjuang dengan kendala anggaran, sumber daya manusia digital, dan kemampuan pemanfaatan data. Selain itu, terdapat hambatan yang berasal dari kurangnya kerangka hukum dan standar teknis yang ter统一, serta kekurangan tenaga kerja terampil yang ahli di bidang pariwisata dan teknologi.
Bapak Nguyen Tuan Anh menyarankan agar Hanoi perlu mendirikan Pusat Data Pariwisata Hanoi untuk menstandarisasi data tentang destinasi, acara, bisnis, perilaku pelanggan, dan umpan balik. Hal ini akan menciptakan perjalanan wisata yang cerdas, jalur digital yang mulus mulai dari pencarian, pemesanan layanan, pembayaran, pengalaman, hingga umpan balik. Secara bersamaan, AI harus diterapkan pada manajemen dan bisnis melalui dasbor peramalan, chatbot multibahasa, otomatisasi pemasaran, dan layanan pelanggan…
Dalam konteks saat ini, pengembangan acara budaya berskala besar dan promosi transformasi digital secara bersamaan menunjukkan bahwa Hanoi memilih jalan yang modern sekaligus berbasis pada identitas budayanya. Ini bukan hanya solusi untuk meningkatkan pertumbuhan pariwisata dalam jangka pendek, tetapi juga langkah penting untuk membantu ibu kota menegaskan posisinya sebagai destinasi budaya, kreatif, dan cerdas di kawasan ini dalam beberapa tahun mendatang.
Sumber: https://bvhttdl.gov.vn/quang-ba-du-lich-tren-khong-gian-so.htm






