Saya bekerja di sebuah perguruan tinggi, sebuah lembaga publik yang sebagian membiayai sendiri biaya operasionalnya, yang bergerak di bidang pendidikan , pelatihan, dan pendidikan kejuruan. Perguruan tinggi ini menyediakan pelatihan kejuruan tingkat menengah untuk siswa kelas 10 dan 11 di pusat Pendidikan Kejuruan dan Pendidikan Berkelanjutan.
Saya ingin bertanya apakah siswa kelas 10 dan 11 di pusat pendidikan kejuruan dan pendidikan berkelanjutan, yang juga mengikuti program kejuruan menengah yang ditawarkan oleh sekolah saya, berhak mendapatkan pembebasan atau pengurangan biaya kuliah untuk program kejuruan menengah tersebut? (Nguyen Thi Dieu, nguyendieu***@gmail.com)
* Membalas:
Pasal 1 dan 12 Ayat 15 Keputusan No. 238/2025/ND-CP menetapkan bahwa subjek yang berhak atas pembebasan atau pengurangan biaya pendidikan meliputi: “Anak-anak prasekolah, siswa sekolah dasar dan menengah, dan peserta didik program pendidikan umum (peserta didik program pendidikan lanjutan tingkat menengah pertama dan peserta didik program pendidikan lanjutan tingkat menengah atas) di lembaga pendidikan negeri yang termasuk dalam sistem pendidikan nasional” dan “Lulusan sekolah menengah pertama yang melanjutkan studi di tingkat menengah”.
Mengenai jenjang pendidikan, jenjang pelatihan dalam sistem pendidikan nasional diatur dalam Pasal 2, Ayat 6 Undang-Undang Pendidikan 2019 dan Pasal 1, Ayat 1 Undang-Undang yang mengubah dan menambah beberapa pasal dalam Undang-Undang Pendidikan. Program pelatihan pendidikan berkelanjutan di tingkat sekolah menengah atas, sebagaimana diatur dalam Pasal 3, Ayat 34, dan tingkat menengah pertama, sebagaimana diatur dalam Pasal 4, Ayat 34 Undang-Undang Pendidikan 2019, merupakan dua jenjang pelatihan yang berbeda dalam sistem pendidikan nasional.
Fakta bahwa kelompok sasaran terdiri dari siswa (yang telah lulus dari sekolah menengah pertama) yang mengikuti program pendidikan lanjutan tingkat atas di pusat pendidikan kejuruan dan pendidikan berkelanjutan (dengan ijazah dan sertifikat yang dikeluarkan oleh pusat-pusat tersebut), dan secara bersamaan berpartisipasi dalam program pelatihan tingkat menengah yang merupakan hasil kerja sama antara pusat-pusat tersebut dan perguruan tinggi/sekolah kejuruan (dengan ijazah dan sertifikat yang dikeluarkan oleh perguruan tinggi/sekolah kejuruan tersebut), merupakan dua tingkat pendidikan dan pelatihan yang berbeda.
Mahasiswa di dua lembaga pendidikan berbeda yang secara bersamaan memperoleh manfaat dari kebijakan dalam Pasal 1 dan 12 Ayat 15 Peraturan Pemerintah No. 238/2025/ND-CP wajib memastikan kepatuhan terhadap peraturan tentang pelatihan bersama, keahlian, serta fungsi dan tugas lembaga pendidikan tersebut.
Untuk pertanyaan atau kekhawatiran apa pun terkait kebijakan dan peraturan bagi guru, silakan kirimkan ke bagian "Kotak Surat Pembaca" di Surat Kabar Education & Times: Jalan Hai Ba Trung 15 (Kelurahan Cua Nam, Hanoi ).
Email: bandocgdtd@gmail.com
Sumber: https://giaoducthoidai.vn/quy-dinh-doi-tuong-mien-giam-hoc-phi-lop-trung-cap-nghe-post778706.html








Komentar (0)