![]() |
Permintaan yang sangat besar dari basis data AI "meledakkan" industri memori. Foto: Chris Martin/Foundry . |
Baru-baru ini, Samsung mendapati dirinya dalam situasi ironis ketika sebuah produsen semikonduktor menolak untuk memasok chip DRAM ke divisi produksi ponselnya sendiri.
Bersamaan dengan itu, pengumuman Micron tentang penarikan total dari pasar konsumen untuk memfokuskan kapasitas produksinya pada segmen perusahaan menunjukkan ketidakstabilan yang mendalam yang melanda rantai pasokan. Ini merupakan indikasi yang jelas bahwa daya tarik keuntungan AI telah menutupi prioritas lain dalam industri memori.
Samsung menolak menjual RAM ke... Samsung
Di tengah kekurangan pasokan yang disebabkan oleh "gelembung AI," chip RAM menjadi komoditas bernilai tinggi, yang mendorong harga chip memori naik tanpa terkendali. Contoh utama dari ketidakstabilan pasar ini adalah penolakan Samsung untuk memasok memori ke dirinya sendiri.
Secara spesifik, menurut laporan dari SE Daily (yang dikutip oleh SamMobile ), Samsung Semiconductor (divisi manufaktur chip grup tersebut) telah menolak pesanan chip DRAM smartphone dari divisi mobile Samsung Electronics.
Samsung Electronics sedang berupaya mengamankan pasokan chip memori untuk model smartphone terbarunya, terutama karena perusahaan tersebut bersiap untuk meluncurkan seri Galaxy S26.
Namun, menghadapi persaingan ketat dari pusat data AI—yang bersedia membayar harga tertinggi untuk RAM—produsen memori utama seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron memprioritaskan penyediaan komponen kepada mitra pusat data untuk memaksimalkan keuntungan.
![]() |
Dua segmen bisnis Samsung harus menegosiasikan ulang dan menetapkan harga yang lebih tinggi untuk pasokan chip memori. Foto: Samsung. |
Awalnya, divisi manufaktur telepon berharap dapat mengamankan pasokan komponen RAM yang stabil dengan harga yang konsisten. Namun, sumber-sumber menunjukkan bahwa karena "inflasi chip," divisi seluler terpaksa melakukan negosiasi ulang setiap kuartal. Perjanjian pasokan jangka panjang ditolak oleh produsen chip internal, dan kontrak jangka pendek, dengan harga yang lebih tinggi, dilaporkan disepakati setelahnya.
Jika informasi ini akurat, harga ponsel Samsung dan perangkat seluler lainnya kemungkinan akan meningkat. Tren ini berdampak pada seluruh rantai pasokan, memaksa produsen untuk mengambil langkah-langkah defensif.
Raspberry Pi, sebuah perusahaan yang dikenal karena menjaga harga produk serendah mungkin, baru-baru ini terpaksa menaikkan harga dan menyatakan bahwa biaya memori adalah alasan utamanya. Lenovo, produsen PC terkemuka , juga secara aktif menimbun persediaan memori.
Micron menutup bisnis ritelnya.
Di tengah restrukturisasi pasar, Micron, salah satu dari tiga produsen DRAM terbesar di dunia, telah membuat keputusan strategis yang menentukan: menutup merek konsumennya, Crucial, pada Februari 2026.
Langkah ini menandai penarikan penuh dari pasar ritel memori setelah 29 tahun beroperasi. Micron akan mengalokasikan kembali kapasitas manufakturnya untuk memprioritaskan produksi guna memenuhi permintaan yang melonjak di segmen perusahaan, serta infrastruktur AI.
"Micron telah mengambil keputusan sulit untuk mengakhiri bisnis Crucial-nya guna meningkatkan rantai pasokan dan mendukung pelanggan strategis di segmen yang berkembang pesat," kata Sumit Sadana, Wakil Presiden Eksekutif dan Kepala Bagian Bisnis di Micron Technology.
![]() |
Penutupan Critical akan mengurangi pangsa pasar Samsung dan SK Hynix. Foto: Micron. |
Pergeseran strategi Micron mencerminkan realitas terkini industri semikonduktor. Micron menyatakan bahwa permintaan akan memori dan penyimpanan dari pusat data telah meningkat hingga setiap produk harus memprioritaskan pelanggan AI skala besar.
Sementara itu, segmen konsumen, yang memiliki margin keuntungan rendah, menghadapi persaingan ketat dari merek lain. Mempertahankan lini produk Crucial di tengah lingkungan volatilitas harga yang tinggi menyulitkan Micron untuk mengoptimalkan bisnisnya, sedangkan segmen korporat memiliki kontrak jangka panjang, permintaan yang stabil, dan harga jual yang tinggi.
Keputusan ini berdampak langsung pada mitra distribusi. Produsen memori seperti Corsair, G.Skill, Kingston, dan ADATA harus bersaing lebih ketat untuk mengamankan pasokan chip dari Samsung dan SK Hynix. Situasi ini berisiko semakin memperburuk ketidakstabilan harga pada tahun 2026.
Harga chip DRAM telah meningkat lebih dari 170% dari tahun ke tahun. Pergeseran pesanan semikonduktor konsumen Micron ke pesanan perusahaan akan terus mempertahankan harga tinggi pada paruh pertama tahun 2026.
Sumber: https://znews.vn/samsung-tu-choi-ban-ram-cho-chinh-samsung-post1608411.html









Komentar (0)