|
Raphinha sekali lagi menarik perhatian dengan cara yang tidak diinginkan siapa pun. |
Raphinha menjadi pusat perhatian setelah UEFA meluncurkan tinjauan terkait pernyataan dan perilakunya menyusul kekalahan Barcelona dari Atletico di perempat final Liga Champions.
Setelah leg kedua perempat final Liga Champions di Stadion Metropolitano, gelandang Brasil itu tidak menyembunyikan kekecewaannya. Ia secara terang-terangan menyebutnya sebagai "perampokan," merujuk pada kinerja wasit. Pernyataan ini dengan cepat menarik perhatian UEFA, sebuah organisasi yang dikenal karena pengawasan ketatnya terhadap semua kejadian sebelum, selama, dan setelah pertandingan.
|
Tindakan dan pernyataan Raphinha yang tidak pantas menyebabkan sanksi berat dari UEFA. |
Secara tradisional, komentar ofensif yang ditujukan kepada wasit selalu ditangani dengan tegas. Kasus Neymar adalah contoh utamanya. Bintang Brasil itu sebelumnya menerima skorsing tiga pertandingan karena mengkritik kinerja wasit dengan cara yang serupa. Hal ini membuat risiko Raphinha menghadapi hukuman berat menjadi lebih nyata.
Bukan hanya pernyataannya yang menjadi sorotan; tindakan Raphinha di lapangan juga dipertimbangkan. Pemain tersebut membuat gerakan ke arah tribun, meskipun ia tidak termasuk dalam skuad pertandingan. UEFA sangat peka terhadap perilaku provokatif atau tidak sopan terhadap penonton.
Sebuah preseden telah ditetapkan musim lalu, ketika Antonio Rudiger, Kylian Mbappé, dan Dani Ceballos semuanya didenda karena tindakan serupa setelah Atletico Madrid tersingkir dari Liga Champions oleh Real Madrid. UEFA bahkan telah mengeluarkan sanksi berdasarkan unggahan media sosial, menunjukkan bahwa pengawasannya meluas hingga di luar lapangan.
Dalam konteks ini, ada kemungkinan besar Raphinha akan diskors untuk pertandingan pembuka Liga Champions musim depan. Keputusan akhir masih menunggu dari UEFA, tetapi pesannya jelas: setiap perilaku atau pernyataan yang tidak pantas akan dihukum.
Barcelona berhak untuk berbangga diri. Kemenangan 2-1 melawan Atletico Madrid di leg kedua perempat final Liga Champions 2025/26 pada pagi hari tanggal 15 April tidak cukup bagi Barcelona untuk melaju.
Sumber: https://znews.vn/raphinha-doi-mat-an-phat-nang-tu-uefa-post1643907.html







Komentar (0)